5 Cara Menghadapi Kerabat Narsis Saat Kumpul Keluarga di Musim Liburan
📅 Selasa, 31 Des 2024, 13:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation/BearFotos/Shutterstock
Ava Green, City St George's, University of London
Musim liburan telah tiba. Ruang publik ramai dengan gemerlap perayaan, lampu-lampu berkilauan, dan lagu-lagu Natal yang ceria. Banyak dari kita menantikan untuk menghabiskan waktu liburan bersama keluarga dan teman-teman. Meski demikian, bagi sebagian orang, musim libur perayaan seperti ini tidak selalu membawa keceriaan.
Beberapa orang merasa berat menghabiskan periode ini tanpa orang-orang tercinta. Yang lainnya merasa khawatir karena harus menghabiskannya bersama keluarga besar atau kerabat.
Bisa saja ada sepupumu yang akan kembali memicu perdebatan sengit di meja makan, dengan terang-terangan mengintimidasi orang lain dan enggan memahami sudut pandang mereka. Bisa jadi ayahmu membawa hadiah mewah dan mengkritik pemberian orang lain yang dianggapnya tidak memadai. Atau mungkin saja tantemu kan berusaha mencuri perhatian dan membicarakan segalanya tentang dirinya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perilaku semacam ini sering dikaitkan dengan narsisme, sebuah sifat kepribadian yang dimiliki semua orang dalam tingkat tertentu. Orang-orang narsis memiliki kebutuhan akan perhatian dan validasi yang tidak pernah terpuaskan. Mereka merasa berhak mendapatkan perlakuan istimewa, tidak mampu berempati, memanfaatkan orang lain untuk meningkatkan harga diri mereka, serta menunjukkan perilaku mengontrol dan manipulatif.
Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak orang dengan anggota keluarga narsistik merasa tidak nyaman dengan datangnya musim liburan.
Kabar baiknya, kamu tak harus menghadapi musim kumpul keluarga seperti ini dengan kekecewaan dan frustrasi. Berikut adalah beberapa cara untuk menghadapi interaksi ini sambil menjaga dirimu sendiri.
Sebaiknya Anda baca juga:
1. Batasi Interaksi
Tidak semua orang dapat menghindari orang-orang yang menyebalkan, terutama jika mereka adalah orang tua atau saudaramu sendiri. Jika kamu tidak bisa sepenuhnya menghindari kerabat narsistik, pertimbangkan untuk membatasi waktu yang kamu habiskan bersama mereka.
Bayangkan kakak perempuanmu menyerangmu atau menciptakan keributan untuk menarik perhatian. Siapkan rencana untuk keluar dari percakapan atau bahkan acara dengan elegan jika keadaan terlalu menguras emosi.
2. Tentukan batasan yang sehat
Ciri khas dari narsisme adalah kurangnya empati. Karena ketidakmampuan mereka untuk berempati, orang narsistik sering kali melanggar batasan dan mendahulukan kebutuhan mereka dibandingkan kebutuhanmu. Menetapkan ekspektasi realistis dan merencanakan dengan baik dapat membantu meredakan rasa frustrasi dan kekecewaan.
Misalnya, jika kamu terlibat dalam adu argumen dengan sepupumu, ia mungkin mengabaikan kebutuhan, perspektif, dan perasaanmu. Dalam situasi seperti ini, tetapkan batasan sehat dengan mengalihkan percakapan untuk menetralkan potensi konflik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!