Tanpa Rybakina, Sabalenka dan Andreeva Jadi Sorotan di WTA Finals
Senin, 09 Nov 2026, 00:04 WIBINDIAN WELLS â Mundurnya Elena Rybakina dari WTA Finals menjadi kehilangan besar bagi turnamen penutup musim tersebut. Namun, direktur turnamen Garbine Muguruza menegaskan bahwa persaingan tetap akan berlangsung ketat meskipun petenis nomor satu dunia itu tidak dapat berpartisipasi.
Rybakina, juara bertahan WTA Finals, mengumumkan pengunduran dirinya pada hari Minggu (8/11), sehari sebelum turnamen dimulai. Petenis Kazakhstan tersebut mengaku belum berada dalam kondisi fisik yang cukup baik untuk bertanding. Penyelenggara kemudian mengonfirmasi bahwa penyakit akibat infeksi virus menjadi alasan resmi pengunduran dirinya.
Posisi Rybakina di antara delapan peserta akhirnya digantikan petenis Ukraina, Marta Kostyuk, yang sebelumnya berstatus pemain cadangan dan sudah berada di Indian Wells untuk menjalani latihan.
Muguruza, mantan petenis nomor satu dunia sekaligus juara dua Grand Slam, mengaku telah berbicara langsung dengan Rybakina. Menurutnya, petenis berusia 26 tahun itu tidak memiliki cukup waktu untuk memulihkan kondisi fisiknya setelah mengalami sejumlah masalah kebugaran menjelang akhir musim.
"Kami menyayangi Elena dan mengetahui bahwa kondisinya juga kurang baik ketika tampil di Tokyo. Saya berbicara dengannya hari ini dan dia benar-benar tidak bisa pulih tepat waktu," kata Muguruza.
"Yang kami inginkan adalah dia merasa sehat, beristirahat, dan memulihkan kondisinya. Kami tidak ingin dia merasa harus bermain. Dia hanya perlu bertanding jika memang sudah siap."
Sebelumnya, Rybakina juga mundur dari perempat final turnamen Tokyo bulan lalu akibat cedera leher. Sepanjang musim ini, ia telah meraih dua gelar Grand Slam, sehingga ketidakhadirannya menjadi kehilangan tersendiri bagi penyelenggara.
Meski kehilangan salah satu bintang utamanya, Muguruza optimistis WTA Finals tetap menyajikan pertandingan berkualitas tinggi. Ia menilai kedalaman kekuatan para peserta serta format pertandingan round-robin akan membuat setiap laga berlangsung kompetitif.
"Kami memiliki para pemain terbaik. Saya tahu petenis nomor satu dunia tidak bisa bermain, tetapi kami memiliki peserta yang luar biasa. Mereka adalah yang terbaik," ujar Muguruza, yang pernah menjuarai WTA Finals di Guadalajara pada 2021.
"Setiap pertandingan bisa terasa seperti final Grand Slam. Semua pemain harus benar-benar siap. Tidak boleh memberikan sedikit pun kesempatan kepada lawan."
Kostyuk mendapatkan kesempatan tampil setelah menjalani musim terbaik dalam kariernya. Petenis Ukraina itu meraih gelar Madrid Open dan berhasil menembus peringkat 10 besar dunia.
Debutnya di WTA Finals menjadi pencapaian penting setelah sebelumnya ia hanya berstatus pemain cadangan. Kostyuk dikenal dengan selebrasi salto ke belakang setelah memenangi pertandingan.
Muguruza menilai Kostyuk memang pantas mendapatkan kesempatan tersebut.
"Marta adalah pemain hebat. Dia menjalani musim yang luar biasa dan mengalami perkembangan besar. Tahun ini kami memiliki banyak pemain yang baru pertama kali tampil di WTA Finals. Itu sangat menggembirakan karena lolos ke turnamen ini bukan perkara mudah," katanya.
Kostyuk selama ini dikenal vokal menyuarakan sikapnya terhadap invasi Rusia ke Ukraina. Ia juga memilih tidak berjabat tangan dengan petenis Rusia maupun Belarus setelah pertandingan.
Mengenai sikap tersebut, Muguruza menegaskan bahwa penyelenggara menghormati kebebasan setiap pemain dalam mengambil keputusan.
"Mereka bebas melakukan apa pun yang mereka rasakan. Kami terbuka dan mendukung mereka," ujarnya.
Absennya Rybakina juga berpotensi memengaruhi persaingan peringkat dunia. Petenis nomor dua dunia, Aryna Sabalenka, kini memiliki peluang untuk memperkecil jarak dengan Rybakina dalam perebutan posisi teratas.
Sabalenka sebelumnya telah menjuarai Indian Wells pada musim ini. Muguruza menilai petenis Belarus tersebut tentu menyadari peluang yang terbuka setelah mundurnya pesaing utamanya.
"Tentu saja, Aryna mungkin berpikir bahwa ini bisa menjadi kesempatan bagus," kata Muguruza.
Selain Sabalenka, Muguruza juga menyoroti petenis muda Rusia, Mirra Andreeva, yang dinilainya memiliki kemampuan bermain sangat baik di lapangan keras California.
WTA Finals tahun ini juga mengalami perubahan lokasi penyelenggaraan. Setelah sebelumnya digelar di Riyadh, Arab Saudi, turnamen tersebut dipindahkan ke Indian Wells, California, Amerika Serikat.
Muguruza menjelaskan bahwa faktor keselamatan pemain menjadi pertimbangan utama di balik keputusan tersebut, menyusul konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
"Jelas, situasinya tidak lagi terasa aman untuk berada di kawasan yang sedang mengalami konflik. Kami harus memperhatikan keselamatan para pemain dan mempertimbangkan tempat yang aman, nyaman, serta memberikan jaminan keamanan. Relokasi menjadi keputusan terbaik," jelasnya.
Muguruza mengaku para pemain memberikan respons positif terhadap pemindahan lokasi tersebut. Ia juga memiliki kenangan tersendiri dengan Indian Wells karena pernah rutin berkompetisi di sana selama masih aktif sebagai petenis profesional.
"Ketika mengetahui Indian Wells bisa menjadi lokasi berikutnya, rasanya sangat menggembirakan," katanya.
Ia menambahkan bahwa penjualan tiket juga menunjukkan respons positif dari penonton."Secara keseluruhan, semuanya terasa sempurna."
- Aryna Sabalenka
- Elena Rybakina
- Mirra Andreeva
- WTA Finals
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
ASDP Pastikan Tanggung Kerugian Penumpang KM Batumandi
-
Indonesia Terancam Cuma Jadi Pasar Produk Global Jika Industri Tak Naik Kelas
-
Layanan SIM Keliling Jakarta Hadir di 5 Titik, Warga Bisa Pilih Lokasi Terdekat
-
Siap-Siap Produksi Alutsista Canggih, Turkiye Janji Transfer Teknologi Pertahanan ke Indonesia
-
Leylah Melaju, Muchova Lengkapi Peserta WTA Finals
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.