- Home
-
- Luar Negeri
-
- Paus Peringatkan AI Berpot...
Paus Peringatkan AI Berpotensi Gerus Martabat Manusia
Senin, 09 Nov 2026, 01:00 WIBMONTEVIDEO â Paus Leo XIV memperingatkan para mahasiswa mengenai ancaman dehumanisasi ayau penghilangan martabat manusia yang berpotensi muncul akibat penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia pendidikan. Karenanya, dirinya mengajak institusi pendidikan, seperti sekolah dan universitas untuk lebih mengutamakan manusia di atas algoritma.
"Proses dehumanisasi yang sedang kita alami ini menghadirkan sebuah tantangan," ujar Paus dalam sebuah pidato di Universitas Katolik Uruguay, Sabtu (7/11) waktu setempat.
Sebelumnya, Paus berulang kali mengingatkan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) harus diimbangi dengan tanggung jawab moral dan prinsip etika. Pemanfaatan teknologi tersebut perlu tetap menempatkan martabat manusia, keadilan, serta kepentingan bersama sebagai landasan agar inovasi tidak justru menimbulkan ketimpangan, manipulasi, dan ancaman terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Pada hari kedua kunjungannya ke kawasan Amerika Selatan, Paus mengecam kematian anak-anak di Uruguay, negara yang tergolong makmur tetapi kini dilanda kekerasan terkait narkoba. Dia juga mendesak kaum muda di negara tersebut agar berani melangkah ke jenjang pernikahan.
Hanya berselang tiga pekan setelah menjalani operasi kanker paru-paru, Paus, 71 tahun, tengah menjalani perjalanan selama 12 hari di benua tempat dia pernah mengabdi sebagai misionaris selama hampir dua dekade. Pada Sabtu (7/11), dia mengunjungi Casavalle, sebuah kawasan rawan kriminalitas di Montevideo. Tingkat pembunuhan di distrik miskin tersebut tercatat empat kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.
Warga setempat dengan penuh haru menceritakan bahaya yang mereka hadapi sehari-hari, termasuk kekerasan bersenjata yang telah menjadi pemandangan lumrah. "Ada anak-anak di Uruguay yang tidak berani pergi ke sekolah karena takut tidak akan pernah bisa pulang ke rumah," ujar Paus Leo.
Dia menambahkan, di negara yang kaya akan sumber daya tersebut, seharusnya tidak ada anak yang harus tidur dalam keadaan lapar, apalagi mengalami kekerasan hingga kehilangan nyawa. Tingkat pembunuhan di Uruguay, salah satu negara paling aman dan makmur di Amerika Latin, meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut seiring dengan semakin besarnya peran negara itu dalam perdagangan kokain.
Di tengah deru helikopter polisi yang terbang di atas kawasan tersebut, warga setempat melambaikan tangan dan bersorak menyambut pemimpin 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia itu. Dalam kunjungan tersebut, Paus juga memberkati 12 unit rumah sederhana bagi masyarakat kurang mampu yang didanai oleh pihak Gereja.
"Berada di sini bersama Anda semua membuat saya merasa seperti di rumah sendiri dan membangkitkan kenangan saat saya mengunjungi berbagai komunitas sebagai misionaris," ujar Paus Leo kepada para hadirin.
Soroti Sekularisasi
Dalam acara doa bersama dengan cahaya lilin di Stadion Centenario, Montevideo, Sabtu (7/11) malam, dia menyoroti semakin berkembangnya sekularisasi di benua dengan populasi Katolik terbesar di dunia tersebut. Penurunan tajam angka kesuburan di Amerika Latin, dari hampir enam anak per perempuan pada 1950-an menjadi 1,8 anak pada 2024, dinilai dapat semakin mengurangi jumlah umat Katolik.
"Kaum muda, beranikanlah diri untuk melangkah ke jenjang pernikahan dan membangun keluarga. Jangan takut dengan kata 'selamanya'!" seru Paus Leo di hadapan sekitar 60.000 orang yang memadati stadion sepak bola tersebut.
Amerika Latin merupakan kawasan dengan populasi Katolik terbesar di dunia. Namun, berdasarkan jajak pendapat Latinobarometro, persentase penduduk yang mengidentifikasi diri sebagai penganut Katolik merosot tajam dalam 30 tahun terakhir, dari 80 persen menjadi 55 persen.
Saat memimpin misa di Kota Paysandu, wilayah barat laut Uruguay, Paus Leo mengajak umat Katolik di negara yang sebagian besar penduduknya sekuler tersebut untuk menjadi pembangun jembatan. Setelah mengunjungi Uruguay, rangkaian perjalanan Paus Leo selanjutnya akan berlanjut ke Argentina dan Peru, tempat ia pernah bertugas sebagai uskup.
- Paus Leo XIV
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: AFP, Eko S, Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Film "Fast & Furious" Hadir dalam Format Serial TV
-
Kasus Lapas Cibinong Jadi Momentum Perbaikan Pemasyarakatan Secara Menyeluruh.
-
Menko Hilirisasi dan Transisi Energi Segera Umumkan Hasil Uji Coba Pengganti Gas LPG 3 Kg
-
Portugal Tanpa Ronaldo Ternyata Tetap Berbahaya, Denmark Jadi Korban 4-2
-
Indonesian Dance Festival 2026 Dibuka, Retno Maruti Raih Penghargaan Lifetime Achievement
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.