- Home
-
- Megapolitan
-
- Indonesian Dance Festival ...
Indonesian Dance Festival 2026 Dibuka, Retno Maruti Raih Penghargaan Lifetime Achievement
Jumat, 30 Okt 2026, 16:30 WIBJAKARTA - Indonesian Dance Festival (IDF) 2026 resmi membuka rangkaian acaranya di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (29/10). Memasuki penyelenggaraan ke-18 dengan perjalanan selama 34 tahun sejak 1992, festival ini kembali menghadirkan ruang bagi perkembangan tari kontemporer melalui pertunjukan, pertukaran gagasan, dan kolaborasi lintas generasi.
Tahun ini, IDF mengangkat tema Underlying Drift - Yang Bergeser di Kedalaman untuk mengajak publik memahami perubahan yang terjadi di balik berbagai pengalaman manusia. Tema tersebut mengeksplorasi hubungan antara tubuh, identitas, budaya, dan lingkungan sosial melalui beragam pendekatan artistik.
Selama lebih dari tiga dekade, IDF telah menjadi wadah pertemuan seniman dari berbagai latar belakang di Indonesia maupun mancanegara. Festival ini juga berperan dalam mendukung perkembangan koreografi, memperluas perspektif artistik, serta membangun dialog antara seniman dan masyarakat.
Direktur Indonesian Dance Festival, Ratri Anindyajati, menegaskan bahwa keberlanjutan festival tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan acara, tetapi juga oleh ruang yang tersedia bagi seniman untuk terus berkarya. Menurutnya, festival perlu membuka kesempatan bagi berbagai karya untuk bertemu dengan publik dan menghadirkan pengalaman artistik yang baru.
âKetika melihat perjalanan para seniman dan proses panjang di balik karya-karya mereka, saya kembali pada pertanyaan tadi: mengapa kita masih menyelenggarakan festival tari? Saya tidak yakin pertanyaan ini memiliki satu jawaban pasti. Namun, saya semakin memahami pentingnya menjaga ruang tempat seniman dapat terus mencipta, karya-karya yang berbeda bertemu dengan publik, dan kita mengalami sesuatu yang mungkin belum pernah kita kenal sebelumnya,â ujar Ratri.
Penyelenggaraan IDF juga berkaitan dengan upaya memperkuat kehidupan kebudayaan Jakarta sebagai kota yang mempertemukan beragam budaya, komunitas, dan gagasan. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku seni, institusi kebudayaan, dan masyarakat dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan kegiatan artistik serta memperluas ruang kreativitas.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut menyoroti potensi tari kontemporer dalam mendukung perkembangan kota, termasuk melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Menurutnya, kegiatan seni dapat membuka kesempatan bagi warga untuk mengembangkan potensi sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang bertumpu pada kreativitas dan kebudayaan.
âBagi Jakarta, tari kontemporer turut membuka peluang untuk memperkuat daya tarik pariwisata, memperluas ruang bagi warga untuk mengembangkan potensi, serta menciptakan kesempatan ekonomi bagi para pelaku kreatif. Upaya ini sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota global yang tidak hanya berdaya saing secara ekonomi, tetapi juga tumbuh melalui kreativitas, kebudayaan, dan kolaborasi dengan berbagai komunitas dari seluruh dunia,â ujar Pramono dalam pesan sambutan tertulis.
Salah satu momen penting dalam pembukaan IDF 2026 adalah penganugerahan Lifetime Achievement Award kepada Retno Maruti, maestro tari Indonesia yang dikenal atas dedikasi dan kontribusinya dalam mengembangkan seni tari tradisi. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap perjalanan panjangnya dalam menjaga dan meneruskan pengetahuan tari kepada generasi berikutnya.
Apresiasi kepada Retno Maruti juga menegaskan pentingnya kesinambungan antara tradisi dan perkembangan seni kontemporer. Di tengah lahirnya berbagai pendekatan artistik baru, pengalaman para maestro menjadi bagian dari proses pewarisan pengetahuan sekaligus sumber inspirasi bagi generasi seniman berikutnya.
Selain penganugerahan penghargaan, malam pembukaan turut menghadirkan Waktu Paruh, karya koreografer Indonesia Hartati yang masuk dalam program BENTANG IDF 2026. Karya tersebut mengeksplorasi tubuh, ruang, identitas, dan tradisi sebagai bagian dari upaya membaca kembali pengalaman manusia serta hubungannya dengan konteks budaya.
Pertunjukan Waktu Paruh menjadi salah satu ruang bagi publik untuk menyaksikan perkembangan praktik koreografi kontemporer di Indonesia. Melalui karya-karya seperti ini, IDF mempertemukan beragam pendekatan artistik sekaligus membuka perspektif baru mengenai gerak, tubuh, dan pengalaman manusia.
Setelah pembukaan, IDF 2026 akan berlangsung selama empat hari, yakni pada 29 Oktober hingga 1 November 2026. Selain pertunjukan dalam program BENTANG, festival ini menghadirkan program KAMPANA, diskusi, lokakarya, serta ruang pertukaran yang mempertemukan seniman, kurator, komunitas, dan masyarakat.
Melalui tema Underlying Drift - Yang Bergeser di Kedalaman, IDF mengajak penonton menyelami gagasan dan pengalaman yang berada di balik gerakan di atas panggung. Dengan melanjutkan perjalanan selama 34 tahun sekaligus membuka ruang bagi penciptaan dan kolaborasi baru, festival ini diharapkan terus mendukung keberlanjutan tari kontemporer serta memperkaya kehidupan kebudayaan di Jakarta dan Indonesia.
Informasi mengenai jadwal dan rangkaian program Indonesian Dance Festival 2026 dapat diperoleh melalui situs resmi Indonesian Dance Festival dan akun Instagram @indonesiandancefestival.
- Taman Ismail Marzuki (TIM)
- Seni Budaya
- Gubernur DKI Pramono Anung
- Budaya Jakarta
- Event Jakarta
- Seni Kontemporer
- Indonesian Dance Festival
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
David Beckham Disebut Muncul dalam Bursa Calon Presiden FIFA
-
BPOM Segel Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto: Omzet Rp9 Miliar per Tahun
-
Idgitaf Ajukan Lagu “Sedia Aku Sebelum Hujan” untuk Ikuti Ajang Grammy Awards 2027
-
Novel "Dompet Ayah Sepatu Ibu" Bakal Diadaptasi ke Layar Lebar
-
Pemprov DKI Jakarta Perluas Transportasi Umum Gratis Jadi 21 Golongan pada 2027
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.