Malam Ini Hujan Abu Vulkanik Selimuti Malang, Semeru Sudah Empat Kali Erupsi
Senin, 09 Nov 2026, 00:00 WIBMALANG â Warga Malang menghadapi guyuran hujan abu vulkanik pada Minggu malam (8/11). Fenomena tersebut terjadi di tengah meningkatnya aktivitas Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur.
"Hujan abu melanda beberapa kawasan di Kota Malang pada Minggu sekitar pukul 20:30 WIB. Sejumlah pengendara mengeluhkan kelilipan ketika berkendara," unggah akun malangraya_info.
Aktivitas gunung tertinggi di Pulau Jawa itu memang menunjukkan intensitas erupsi yang cukup tinggi sepanjang Minggu. Berdasarkan laporan pengamatan gunung api, Semeru tercatat meletus sedikitnya empat kali sejak dini hari hingga pagi.
Letusan pertama terjadi pukul 04.46 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 300 meter di atas puncak. Abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal teramati mengarah ke barat daya.
Erupsi berikutnya berlangsung pukul 05.04 WIB dengan ketinggian kolom abu sekitar 300 meter. Tak berselang lama, letusan kembali terjadi pukul 05.22 WIB dengan kolom abu mencapai 400 meter di atas puncak.
Aktivitas tersebut berlanjut pada pukul 08.40 WIB. Kali ini, Semeru menyemburkan abu vulkanik setinggi sekitar 500 meter di atas puncak dengan arah sebaran ke barat daya dan barat.
Rentetan letusan tersebut menunjukkan aktivitas vulkanik Semeru masih berlangsung. Data yang dihimpun dari MAGMA Indonesia mencatat sedikitnya 41 kali erupsi dalam periode tujuh hari hingga laporan letusan pukul 08.40 WIB.
Gunung Semeru sendiri masih berstatus Level III atau Siaga.
Dalam rekomendasinya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak.
Masyarakat juga diminta menjauhi sempadan sungai sejauh 500 meter di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
Selain itu, aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah juga harus dihindari karena kawasan tersebut rawan terhadap lontaran batu pijar.
Jika hujan abu terjadi, masyarakat diimbau menggunakan masker dan pelindung mata untuk mengurangi paparan material vulkanik. Warga juga perlu menjaga sumber air agar tidak tercemar abu serta mengikuti perkembangan informasi dari Badan Geologi dan BPBD.
Meningkatnya aktivitas Semeru ini membuat masyarakat di kawasan Malang Raya perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama apabila angin kembali membawa material abu vulkanik menuju kawasan permukiman.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.