Hubungan Dagang AS-Tiongkok Kembali Dibayangi Ketegangan

Senin, 09 Nov 2026, 01:00 WIB

BEIJING – PemerintahTiongkok menilai sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap sejumlah perusahaan asal negaranya terkait hubungan dengan Kuba berpotensi merusak stabilitas perdagangan bilateral Beijing dan Washington. Langkah tersebut dinilai dapat memperburuk hubungan ekonomi kedua negara di tengah upaya menjaga stabilitas perdagangan dan mengelola ketegangan bilateral.

“AS menjatuhkan sanksi sepihak terhadap sejumlah perusahaan Tiongkok dengan dalih keterlibatan pihak ketiga. Tindakan tersebut melanggar hukum internasional dan norma-norma dasar hubungan internasional,” demikian pernyataan Kementerian Perdagangan Tiongkok, Sabtu (7/11).

Ket. Foto: Konflik Bilateral - AS, Tiongkok — Sumber: antara

Kementerian Perdagangan Tiongkok tersebut menegaskan Beijing dengan tegas menentang tindakan tersebut. “Dalam beberapa waktu terakhir, AS meningkatkan tekanan sanksi terhadap Tiongkok dengan memberlakukan serangkaian tindakan pembatasan diskriminatif,” bunyi pernyataan Kemendag Tiongkok.

Kementerian Tiongkok menilai sanksi tersebut sebagai langkah yang sangat merugikan hak dan kepentingan sah perusahaan-perusahaan Tiongkok, bertentangan dengan konsensus penting yang telah dicapai oleh para pemimpin kedua negara, serta merusak stabilitas hubungan perdagangan dan ekonomi Tiongkok-AS.

Tiongkok mendesak AS untuk segera memperbaiki praktik yang dinilainya keliru tersebut. Beijing juga menyatakan tetap memiliki hak untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna melindungi hak dan kepentingan sahnya.

Sebelumnya, Departemen Keuangan AS mengumumkan penambahan 47 entitas dan tujuh individu ke dalam daftar sanksi terkait Kuba. Daftar tersebut mencakup entitas dari Kamboja, Panama, Tiongkok, dan sejumlah negara lainnya. Selain itu, dua kapal tanker berbendera Kuba juga dimasukkan ke dalam daftar sanksi.

Pasang Surut

Hubungan dagang antara Tiongkok dan AS mengalami penurunan volume perdagangan dan defisit barang yang signifikan pada 2025, sebelum kembali menunjukkan lonjakan pengiriman bulanan pada kuartal ketiga 2026.

Berdasarkan data Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) dan Observatory of Economic Complexity (OEC), ekspor Tiongkok ke AS pada 2025 merosot 29,9 persen menjadi 308,7 miliar dollar AS dari dari 440,4 miliar dollar AS pada 2024. Pada periode sama, ekspor AS ke Tiongkok juga turun 26 persen menjadi 106 miliar dollar AS. Penurunan tersebut turut mempersempit surplus perdagangan Tiongkok sekaligus defisit AS sebesar 31,8 persen, dari 297,1 miliar dollar AS menjadi 202,7 miliar dollar AS.

  • Konflik Bilateral

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.