An Se-young Juara Korea Open 2026, Raih Gelar ke-11 Tahun Ini

Senin, 09 Nov 2026, 00:12 WIB

SEOUL – Pebulu tangkis tunggal putri nomor satu dunia, An Se-young, mengaku sangat bangga setelah meraih gelar juara ke-11 sepanjang tahun ini. Prestasi tersebut diraihnya di hadapan publik sendiri setelah menjuarai Korea Open, Minggu (8/11).

Pemain berusia 24 tahun itu mengalahkan wakil Jepang, Akane Yamaguchi, melalui pertandingan tiga gim dengan skor 21-12, 15-21, 21-16 pada partai final di Yeosu, Korea Selatan.

Ket. Foto: An Se-young. — Sumber: BWF

Kemenangan tersebut sekaligus memperpanjang catatan tak terkalahkan An sejak Maret lalu. Sepanjang musim ini, pemain Korea Selatan itu tampil dominan dan berada jauh di atas para pesaingnya. Namun, ia tetap mewaspadai perlawanan Yamaguchi yang kini menempati peringkat kedua dunia.

"Dia pemain yang selalu mampu menjaga perolehan angka tetap ketat. Karena itu, saya berusaha mempertahankan intensitas permainan hingga pertandingan berakhir," kata An kepada Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).

"Setelah pertandingan selesai, saya merasa sangat bangga kepada diri sendiri. Rasanya sedikit berbeda karena ini adalah turnamen di negara saya sendiri."

Kemenangan di Yeosu menjadi yang ke-11 secara beruntun bagi An atas Yamaguchi. Sebaliknya, kemenangan terakhir Yamaguchi atas pebulu tangkis nomor satu dunia itu terjadi pada final Korea Open tahun lalu.

An mengaku tidak terlalu memikirkan hasil pertemuan sebelumnya. Menurut dia, Yamaguchi selalu menghadirkan variasi permainan yang membuat setiap pertandingan berlangsung sulit.

"Setiap kali kami bertemu, terkadang saya menang dan terkadang dia yang menang. Jadi, saya tidak terlalu memikirkan hasil tahun lalu," ujar An.

"Yamaguchi adalah pemain yang selalu membawa gaya permainan berbeda dalam setiap pertandingan. Saya tahu laga ini tidak akan mudah, dan memang demikian kenyataannya."

Dari sejumlah turnamen yang diikutinya sepanjang tahun ini, An hanya gagal menjadi juara di All England Open, ketika harus puas sebagai runner-up. Ia juga terpaksa mundur dari Japan Open akibat cedera.

Namun, pencapaian besarnya tetap mengesankan. Pada Agustus, An merebut gelar juara dunia keduanya di New Delhi. Sebulan kemudian, ia mencatat sejarah dengan menjadi pebulu tangkis putri pertama yang memenangi dua medali emas tunggal putri Asian Games, setelah berjaya di Nagoya.

An mengaku keberhasilan menjuarai turnamen di negaranya sendiri memberikan kebahagiaan tersendiri. Apalagi, dukungan masyarakat Korea Selatan terhadap bulu tangkis semakin besar.

"Kami tidak banyak memainkan turnamen di Korea, sehingga momen ini terasa seperti mimpi," kata An.

"Saya sangat bangga dan bahagia karena semakin banyak orang di Korea yang kini mendukung bulu tangkis."

Selain keberhasilan An, Kanada juga membawa pulang gelar tunggal putra melalui Victor Lai. Unggulan kedua itu mengalahkan wakil Hong Kong, Jason Gunawan, dua gim langsung dengan skor 21-11, 21-14.

Di nomor ganda campuran, pasangan unggulan pertama asal Tiongkok, Jiang Zhenbang/Wei Yaxin, mengalahkan rekan senegaranya, Gao Jiaxuan/Wu Mengying, dengan skor 21-16, 21-13.

Gelar ganda putri menjadi milik pasangan Jepang, Rui Hirokami/Sayaka Hobara. Mereka menundukkan wakil tuan rumah, Kim Yu-jung/Lee Yu-lim, melalui dua gim ketat 21-18, 21-18.

Sementara itu, Korea Selatan meraih gelar ganda putra lewat pasangan unggulan pertama, Kim Won-ho/Seo Seung-jae. Mereka harus bekerja keras sebelum mengatasi perlawanan pasangan Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, dengan skor 21-12, 20-22, 21-19.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.