Cove Perbanyak Kamar Mezzanine, Okupansi Rata-rata Capai 80 Persen
Selasa, 27 Okt 2026, 19:05 WIBJAKARTA â Keterbatasan lahan di perkotaan mendorong penyedia hunian mengoptimalkan ruang melalui desain interior yang lebih fungsional. Salah satu konsep yang semakin banyak digunakan adalah mezzanine.
Kamar mezzanine adalah kamar tidur yang memanfaatkan konsep lantai tambahan (setengah lantai) di antara lantai utama dan plafon atau langit-langit ruangan, sehingga area tidur berada di bagian atas dan bagian bawahnya dapat digunakan untuk fungsi lain.
Cove, penyedia hunian co-living, mencatat jumlah kamar tipe mezzanine dalam jaringan propertinya tumbuh 65 persen sepanjang 2026. Perusahaan juga melaporkan rata-rata tingkat keterisian atau okupansi kamar tipe tersebut mencapai 80 persen.
Country Director of Investment Cove, Rizky Kusumo, mengatakan desain mezzanine menawarkan kombinasi antara efisiensi ruang dan daya tarik visual. Konsep ini memungkinkan penghuni memiliki zona aktivitas yang berbeda dalam satu kamar, sehingga kebutuhan ruang dapat dipenuhi tanpa harus memilih kamar dengan ukuran lebih besar.
âDesain kamar mezzanine itu tidak hanya cantik secara visual, tetapi juga memberikan ruang tambahan, terutama dalam konteks kamar co-living. Dengan mezzanine, penghuni mendapatkan zona terpisah untuk berbagai kegiatan, tanpa harus naik ke tipe kamar yang lebih tinggi,â kata Rizky dalam keterangan tertulis pada Selasa (27/10/2026).
Menurut dia, pertumbuhan jumlah kamar mezzanine di jaringan Cove menunjukkan bahwa konsep tersebut semakin banyak diterapkan dalam pengembangan hunian sewa. Perusahaan menilai desain ini memberikan keuntungan bagi penghuni maupun pemilik properti karena mampu mengoptimalkan fungsi ruang sekaligus menarik perhatian calon penyewa.
Jumlah Kamar Mezzanine Tumbuh Lima Kali Lipat
Mezzanine merupakan lantai tambahan yang dibangun di antara lantai utama dan plafon. Dengan memanfaatkan ruang vertikal, desain ini memungkinkan satu kamar memiliki beberapa zona dengan fungsi berbeda.
Dalam kamar mezzanine, area tidur umumnya ditempatkan di lantai atas, sedangkan bagian bawah dapat digunakan untuk bekerja, bersantai, atau melakukan aktivitas lainnya. Pembagian tersebut membuat ruangan berukuran terbatas dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.
Cove menyebut jumlah kamar mezzanine di seluruh jaringan propertinya meningkat lebih dari lima kali lipat dalam waktu kurang dari tiga tahun. Pertumbuhan tersebut berlanjut sepanjang 2026, ketika jumlah kamar bertambah 65 persen. Sekitar 40 persen dari total kamar mezzanine yang dimiliki perusahaan saat ini merupakan unit yang baru diluncurkan tahun ini.
Di Jakarta, kamar mezzanine Cove umumnya memiliki luas sekitar 13,5 meter persegi. Meski berukuran relatif ringkas, desain bertingkat memungkinkan kamar tersebut mengakomodasi lebih banyak fungsi dibandingkan kamar konvensional dengan luas serupa.
Jakarta menyumbang sekitar 71 persen dari keseluruhan kamar mezzanine Cove. Tingginya porsi tersebut sejalan dengan kebutuhan hunian di kawasan perkotaan yang menghadapi keterbatasan lahan, sementara penghuni tetap membutuhkan ruang yang memadai untuk beristirahat dan beraktivitas.
Meski demikian, pemanfaatan ruang secara vertikal tetap memerlukan perencanaan yang tepat. Ketinggian plafon, akses tangga, sirkulasi udara, pencahayaan, dan keamanan perlu diperhatikan agar kamar mezzanine tetap nyaman digunakan.
Kunjungan Daring ke Kamar Mezzanine Meningkat
Selain efisiensi ruang, desain mezzanine memiliki karakter visual yang membedakannya dari kamar biasa. Tangga, lantai bertingkat, dan plafon tinggi dapat membentuk tampilan interior yang lebih menarik tanpa memerlukan banyak ornamen tambahan.
Cove mencatat kunjungan ke halaman kamar mezzanine di situs perusahaan meningkat 56 persen pada periode Januari hingga September 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kunjungan ke halaman seluruh tipe kamar Cove yang mencapai 29 persen.
Ketertarikan calon penghuni terhadap desain ini juga terlihat di Cove Arleyta, Bandung. Perusahaan menyebut kamar mezzanine menjadi tipe yang paling banyak dilihat sejak diluncurkan pada pertengahan 2026, meskipun hanya satu dari sembilan tipe kamar yang tersedia di properti tersebut.
Peningkatan kunjungan daring menunjukkan bertambahnya perhatian calon penyewa terhadap desain mezzanine. Namun, tingginya jumlah kunjungan belum tentu berbanding lurus dengan pemesanan karena keputusan menyewa juga dipengaruhi harga, lokasi, fasilitas, dan kebutuhan penghuni.
Cove juga menerapkan desain mezzanine dengan pendekatan berbeda di sejumlah properti. Di Cove Anantaha, Bali, konsep tersebut digunakan pada vila dua lantai yang dilengkapi kolam renang pribadi. Perusahaan melaporkan rata-rata okupansi properti itu mencapai 100 persen sejak beroperasi.
Sementara itu, Cove Estoria di Jakarta menawarkan kamar mezzanine dengan tata ruang yang menyerupai hunian utuh. Area dapur, ruang makan, dan ruang tamu ditempatkan terpisah dari ruang tidur untuk memberikan fungsi ruang yang lebih beragam. Cove menyebut rata-rata okupansi properti tersebut mencapai 80 persen sejak beroperasi.
Kedua contoh tersebut memperlihatkan bahwa mezzanine tidak hanya digunakan untuk memaksimalkan kamar berukuran kecil. Konsep ini juga dapat diterapkan pada hunian dengan fasilitas lebih lengkap dan kebutuhan ruang yang berbeda.
Alternatif Desain Hunian di Perkotaan
Pertumbuhan kamar mezzanine menjadi salah satu gambaran upaya industri hunian dalam merespons keterbatasan lahan di perkotaan. Ketika perluasan bangunan secara horizontal sulit dilakukan, pemanfaatan ruang vertikal dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan fungsi ruangan.
Bagi penghuni, desain mezzanine memungkinkan pemisahan aktivitas dalam satu unit hunian. Sementara bagi pemilik properti, konsep tersebut dapat menjadi cara untuk menawarkan fungsi tambahan sekaligus menciptakan karakter desain yang berbeda dari kamar sewa konvensional.
Rizky mengatakan desain mezzanine berpotensi terus berkembang, terutama di kota-kota dengan keterbatasan lahan hunian. Menurut dia, konsep tersebut menawarkan dua manfaat bagi pemilik bangunan, yakni penggunaan ruang yang lebih optimal dan tampilan yang dapat menarik perhatian calon penghuni.
Meski demikian, efektivitas mezzanine tidak hanya ditentukan oleh tampilan. Kenyamanan dan keamanan tetap bergantung pada desain bangunan, proporsi ruang, akses menuju lantai tambahan, serta kesesuaian fasilitas dengan kebutuhan sehari-hari.
Dengan pertumbuhan jumlah kamar dan tingkat okupansi yang dilaporkan perusahaan, Cove melihat mezzanine sebagai salah satu alternatif desain untuk memenuhi kebutuhan hunian sewa di perkotaan. Konsep ini sekaligus menunjukkan bagaimana optimalisasi interior dapat menjadi bagian dari strategi penyedia hunian dalam menghadapi keterbatasan ruang.
- desain interior
- Cove
- Co-Living
- Okupansi Hunian
- industri properti
- Properti
- hunian vertikal
- Kamar Mezzanine
- Hunian Perkotaan
- Tren Hunian
- Keterbatasan Lahan
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Kejar Ekonomi 8 Persen, Produktivitas dan SDM Harus Dibenahi
-
Tanjungpinang Menampilkan Jejak Budaya Melayu Melalui Pameran Temporer
-
Arab Saudi Diserang, Kemenhaj Imbau Jamaah Umrah Hindari Lokasi Rawan
-
Gubernur Pramono Lepas 120 Atlet DKI Jakarta ke PESONAS 2026
-
PT PP Properti Tbk (PPRO) Meraih Penghargaan Top SOE Subsidiaries Awards 2026 dari The Iconomics Media
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.