Trump akan Angkat Bos UFC Dana White Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih, Enam Petarung Disiapkan Jadi Ajudan

Minggu, 08 Nov 2026, 11:06 WIB

WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat tawaran tak biasa untuk mengisi posisi sekretaris pers Gedung Putih. Kali ini, orang yang dibidik bukan politikus, jurnalis, ataupun pakar komunikasi, melainkan Dana White, CEO Ultimate Fighting Championship (UFC).

Dari The Guardian, Trump mengungkapkan telah menawarkan jabatan tersebut kepada White melalui unggahan di media sosial Truth Social, Sabtu (7/11). Bahkan, dia menginginkan enam petarung UFC ikut diboyong untuk menjadi ajudan pers yang mendampinginya menghadapi wartawan.

Ket. Foto: Presiden UFC Dana White (kiri). Kedekatan Trump dan White sebelumnya juga dimanfaatkan dalam materi kampanye politik. Salah satu iklan pro-Trump yang didanai pembayar pajak dan ditayangkan menjelang pemilihan paruh waktu menampilkan cuplikan pertarungan UFC di Gedung Putih. — Sumber: Istimewa

Dalam unggahannya, Trump menyebut White sebagai sosok petarung sekaligus pejuang tangguh. Dia juga secara terbuka meminta bos UFC tersebut menerima tawaran pekerjaan itu.

"Kita membutuhkan orang-orang ini untuk membela kita melawan kaum kiri yang gila. Dana, tolong terima pekerjaan itu!" tulis Trump.

Enam petarung yang disebut Trump adalah Islam Makhachev, Khabib Nurmagomedov, Justin Gaethje, Daniel Cormier, Amanda Nunes, dan Kayla Harrison.

Nama-nama tersebut bukan sembarang petarung. Mereka merupakan figur terkenal di dunia MMA dengan rekam jejak panjang di arena UFC. Trump tampaknya membayangkan mereka bisa menjadi barisan pendamping ketika dirinya berhadapan dengan pertanyaan-pertanyaan tajam dari awak media.

Tawaran tersebut sekaligus menjadi kelanjutan kedekatan Trump dengan White. Keduanya memiliki hubungan yang cukup erat, termasuk ketika UFC menggelar pertunjukan pertarungan di halaman Gedung Putih pada Juni 2026 untuk memperingati ulang tahun Trump ke-80.

White juga dikenal sebagai pendukung vokal Trump. Dia bahkan ikut berkampanye untuk Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat 2024 dan beberapa kali menyampaikan pujian terbuka kepada presiden tersebut.

Meski demikian, belum ada kepastian apakah White benar-benar akan meninggalkan posisinya sebagai bos UFC untuk masuk ke pemerintahan.

Nilai tawaran itu pun menarik perhatian karena terdapat perbedaan besar dari sisi finansial. Kekayaan Dana White diperkirakan melampaui 600 juta dolar AS, sementara posisi sekretaris pers Gedung Putih memiliki gaji sekitar 195.000 dolar AS per tahun.

Spekulasi mengenai keseriusan tawaran Trump sempat berkembang setelah CNN melaporkan bahwa White telah menolaknya. Seorang ajudan presiden bahkan disebut menggambarkan tawaran tersebut sebagai lelucon.

Namun, White kemudian memberikan isyarat berbeda. Melalui Instagram, dia mengunggah foto dirinya di ruang konferensi pers Gedung Putih dengan tulisan, "Menuju babak selanjutnya."

Saat ditanya mengenai kemungkinan menduduki jabatan tersebut dalam konferensi pers seusai pertandingan tinju di London, Sabtu malam, White tidak memberikan jawaban pasti.

"Saya sedang terbang ke Washington DC sekarang," kata White.

Dia menjelaskan telah menjadwalkan pertemuan dengan Trump pada Senin. White juga menyebut akan ada lebih banyak hal yang bisa dibicarakan setelah pertemuan tersebut.

Unggahan Trump turut menarik perhatian karena menyertakan sejumlah gambar, termasuk ilustrasi yang tampaknya dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI). Salah satunya memperlihatkan White berada di belakang podium ruang konferensi pers Gedung Putih dengan lambang kepresidenan.

Trump juga menyertakan foto keenam petarung yang diinginkannya untuk mendampingi White. Menariknya, dua nama dalam daftar tersebut, Islam Makhachev dan Khabib Nurmagomedov, bukan warga negara Amerika Serikat.

Nurmagomedov sendiri dilaporkan memiliki kedekatan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Sementara Makhachev pernah menyampaikan dukungan kepada warga Palestina di tengah serangan Israel di Gaza.

Kedekatan Trump dan White sebelumnya juga dimanfaatkan dalam materi kampanye politik. Salah satu iklan pro-Trump yang didanai pembayar pajak dan ditayangkan menjelang pemilihan paruh waktu menampilkan cuplikan pertarungan UFC di Gedung Putih.

Dalam iklan tersebut, White terdengar menyebut Trump sebagai manusia terkuat dan paling tangguh yang pernah ditemuinya. Pujian serupa juga pernah disampaikan White ketika berpidato dalam Konvensi Nasional Partai Republik pada kampanye pemilihan presiden 2024.

Posisi sekretaris pers Gedung Putih sendiri telah kosong selama tiga pekan. Pejabat yang sebelumnya dipilih Trump, komentator sayap kanan Katie Zacharia, mengundurkan diri setelah kontroversi terkait klaim dirinya sebagai pengacara meskipun gagal dalam ujian profesi pengacara.

Kini, perhatian tertuju pada pertemuan Trump dan White pada Senin. Apakah bos UFC itu benar-benar akan bertukar arena pertarungan dengan ruang konferensi pers Gedung Putih, masih harus menunggu hasil pembicaraan keduanya.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.