Perubahan Sistem Skor Bulu Tangkis Memicu Pemain Harus Cepat Panas dan Agresif

Minggu, 08 Nov 2026, 00:36 WIB

JAKARTA – Dengan gim di angka 15, pemain bulu tangkis tak boleh terlambat panas. Mereka harus langsung on. Ketua Panitia Pelaksana MilkLife Superliga Junior 2026 Yuni Kartika mengatakan sistem penghitungan skor 3x15 yang diterapkan dalam turnamen itu mulai mengubah pola permainan para pebulu tangkis muda menjadi lebih agresif.

Sistem yang akan diterapkan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mulai 4 Januari tahun depan itu, kata Yuni,  membuat pemain merasakan tekanan lebih tinggi dibandingkan format 3x21.

Ket. Foto: harus langsung tancap gas — Sumber: ist

"Hasilnya, mainnya cepat banget, karena ternyata 15 membuat kepanikan yang jauh lebih tinggi dibandingkan ketika itu 21. Anak-anak hampir jarang main reli di sini, lebih banyak main mau nyerang, mundurin, mau nyepetin. Itu yang membuat durasinya apa? Jauh lebih cepat," kata Yuni kepada wartawan di GOR Djarum, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu. Yuni menilai perubahan ini masih menjadi bagian dari proses adaptasi  pemain. 

Ia mengingatkan  ketika sistem 3x21 pertama kali diterapkan, para pemain juga membutuhkan waktu sebelum terbiasa bermain reli panjang. Ia menyatakan akan memantau perkembangan pemain dalam beberapa bulan ke depan untuk melihat sejauh mana mereka mampu menyesuaikan diri dengan sistem baru itu.

"Paniknya lho yang tinggi untuk terus mereka tuh akhirnya mau main cepat dan rasanya, 'Oh kalau 15, guefull speed terus aman nih, kayak tenagaku masih aman untuk poin 15'. Nah ini kita akan lihat nanti di dua-tiga bulan kayak apa," kata mantan pemain  tunggal putri Indonesia itu.

Pemain muda Muhammad Lutfhi Habibi juga merasakan perubahan itu. Luthfi bermain dengan Muhammad Rizki Mubarrok pada nomor ganda putra memperkuat tim PB Djarum. Mereka mengalahkan wakil tim Power Rajawali Tangerang,  Fadhlan Lailatul Qadri/Revan Sakha Raya, pada laga semifinal dengan 15-6 dan 15-7 dalam waktu 15 menit.

"Dari faktor fokusnya kita lebih harus siap lagi, soalnya 15 kan cepat, ya, enggak beda dengan 21 yang bisa santai-santai dulu. Jadi, pas di 15 kita harus bener-bener start awalnya harus in, biar bisa ngejar kemenangan," kata Luthfi.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.