Masa Depan Ukraina Dipertaruhkan, Uni Eropa Diminta Terlibat dalam Kesepakatan Damai
Sabtu, 07 Nov 2026, 03:55 WIB | Oleh: Marcellus Widiarto
Doc: Antara foto/Anadolu
ISTANBUL - Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas, Jumat (6/11) mengatakan bahwa Uni Eropa harus dilibatkan dalam setiap kesepakatan untuk mengakhiri perang Rusia di Ukraina.
Kallas memperingatkan pula bahwa blok tersebut tidak akan melaksanakan kesepakatan yang dicapai tanpa keterlibatan Uni Eropa.
Menanggapi pertanyaan mengenai peran Eropa dalam perundingan perdamaian pada konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski dan Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha, Kallas mengatakan bahwa keputusan terkait sanksi Uni Eropa dan aset Rusia yang dibekukan berada di tangan blok tersebut.
“Setiap kesepakatan yang tidak melibatkan kami sebagai pihak di dalamnya juga tidak akan kami laksanakan,” katanya.
“Mulai dari jaminan keamanan, sanksi, rekonstruksi, hingga aksesi Ukraina ke Uni Eropa, tidak ada jalan untuk mengesampingkan Uni Eropa,” tambahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kallas mengatakan upaya diplomatik baru tengah berlangsung untuk mengakhiri perang tersebut. Para menteri juga telah membahas langkah-langkah yang dapat mereka lakukan untuk berkontribusi.
“Benar-benar ada dorongan diplomatik baru yang intensif untuk mengakhiri perang Rusia. Eropa terus mendukung semua upaya menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan,” katanya.
“Terlepas dari upaya diplomatik tersebut, kenyataan di lapangan masih sangat memprihatinkan.”
Sebaiknya Anda baca juga:
Kallas mengatakan sedikitnya 45 warga sipil tewas akibat serangan udara Rusia di Ukraina sepanjang pekan ini. Ia memperingatkan bahwa Ukraina kembali menghadapi musim dingin yang sulit karena Moskow terus menargetkan infrastruktur energi negara tersebut.
“Moskow berupaya membuat Ukraina membeku hingga menyerah, tetapi kami tidak akan membiarkan hal itu terjadi,” katanya.
Ia mengatakan Uni Eropa telah menyalurkan tambahan dana sebesar 4,36 miliar euro (5,03 miliar dolar AS atau sekitar Rp91,27 triliun) melalui pinjaman dukungannya pada pekan ini untuk memperkuat ketahanan Ukraina.
Uni Eropa tolak konsesi wilayah
Kallas menegaskan bahwa Eropa memiliki kepentingan keamanan sendiri dan tetap berkomitmen penuh untuk mendukung Kiev.
“Kami bukan mediator. Kami dengan tegas berada di pihak Ukraina,” katanya.
Ia menolak pengakuan secara hukum atas klaim Rusia terhadap wilayah Ukraina yang diduduki. Kallas juga menyerukan pertanggungjawaban atas kejahatan perang, pemberian kompensasi atas kerusakan, serta pemulangan anak-anak yang dideportasi dari Ukraina.
Kedaulatan dan kemerdekaan Ukraina, serta hak negara tersebut untuk memilih aliansi, juga harus dihormati, tambah Kallas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!