Dana Bencana Garut Tinggal Rp3,5 Miliar Hadapi Ancaman Banjir dan Longsor hingga Akhir Tahun

Sabtu, 07 Nov 2026, 02:03 WIB

Garut - Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyisakan anggaran Biaya Tak Terduga (BTT) sebesar Rp3,5 miliar untuk mengantisipasi dan menangani bencana alam selama musim hujan hingga akhir 2026.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Aah Anwar Saefuloh mengatakan anggaran tersebut merupakan sisa dari alokasi BTT tahun anggaran 2026 sebesar Rp22,5 miliar yang telah digunakan untuk berbagai kebutuhan penanganan bencana.

Ket. Foto: Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefuloh. — Sumber: Antara

"Sekarang (BTT) ada Rp3,5 miliar," kata Aah di Garut, Jumat (6/11).

Ia menjelaskan sebagian anggaran tersebut telah digunakan untuk penanganan bencana alam selama musim hujan pada semester pertama 2026.

Sementara itu, pada musim kemarau, Pemkab Garut kembali menggunakan anggaran sebesar Rp2,5 miliar untuk membiayai sejumlah penanganan darurat, antara lain kebakaran lahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasirbajing, pendistribusian air bersih, dan kebakaran pasar.

"Kami kemarin sebelum kemarau tersisa Rp6 miliar. Untuk tanggap darurat kemarin Rp2,5 miliar, sisanya Rp3,5 miliar untuk hadapi bencana hidrometeorologi," katanya.

Aah mengatakan saat ini Kabupaten Garut telah memasuki musim hujan yang berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, tanah bergerak, angin kencang, dan cuaca ekstrem.

Dengan anggaran yang tersisa tersebut, pihaknya berharap tidak terjadi bencana besar yang mengharuskan pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat sehingga dana yang tersedia dapat mencukupi kebutuhan penanganan hingga akhir tahun dan menunggu ketersediaan anggaran baru pada 2027.

"Mudah-mudahan tidak ada bencana, tidak ada masuk status tanggap darurat," ujarnya.

Ia menambahkan Pemkab Garut hingga kini belum menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi karena masih menunggu keputusan dari pemerintah provinsi dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Meski demikian, BPBD Garut bersama sejumlah instansi terkait tetap melakukan langkah kesiapsiagaan dengan menyiapkan personel, peralatan, serta logistik untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana akibat curah hujan.

"Seluruh sumber daya termasuk logistik, personel kita siapkan untuk melakukan asesmen di mana terjadi bencana," kata Aah.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.