Zverev Belum Layak Nomor Satu, Langsung Tersingkir

Jumat, 06 Nov 2026, 07:07 WIB

PARIS - Petenis Jerman Alexander Zverev mengawali langkahnya sebagai petenis nomor satu dunia dengan hasil mengecewakan. Zverev langsung tersingkir dalam pertandingan pertamanya di Paris Masters, menyerah kepada Lorenzo Musetti, Kamis (5/11) dini hari WIB.

Kekalahan tersebut sekaligus menghadirkan pertanyaan mengenai kemampuannya mempertahankan posisi puncak peringkat ATP. Zverev, yang kini berusia 29 tahun, tak mampu membendung perlawanan Musetti. Petenis Italia yang menempati peringkat ke-24 dunia itu menang 7-6 (7/5), 6-2 untuk melangkah ke babak ketiga. Hasil ini menjadi pukulan awal bagi Zverev yang baru bulan ini untuk pertama kalinya sepanjang karier menduduki peringkat tertinggi tenis dunia.

Ket. Foto: Petenis Jerman Alexander Zverev bereaksi terhadap sebuah poin saat melawan petenis Italia Lorenzo Musetti dalam pertandingan tunggal putra pada hari ketiga turnamen tenis ATP Masters 1000 Paris di Plenitude Arena, Nanterre, di pinggiran Paris, pada 4 November 2026. — Sumber: Dimitar DILKOFF / AFP

Setelah bertahun-tahun dikenal sebagai petenis yang kerap gagal menuntaskan ambisi di turnamen besar, Zverev akhirnya mematahkan kebuntuan dengan menjuarai Prancis Open dan US Open tahun ini. Dua gelar Grand Slam tersebut mengantarkannya ke puncak peringkat ATP. Namun, status baru itu langsung menghadirkan tekanan tersendiri.

Zverev bahkan mengaku kesal karena terus diminta menjelaskan kelayakannya sebagai petenis nomor satu dunia. Menurut dia, pencapaiannya sudah cukup menjadi bukti bahwa dirinya pantas berada di posisi tersebut, terlepas dari kekalahan yang baru dialaminya.

“Saya tidak tahu apakah ini tekanan. Sejujurnya, sedikit kesal. Saya merasa menjadi satu-satunya petenis nomor satu dunia dalam sejarah tenis yang harus menjelaskan mengapa layak berada di posisi ini,” ujar Zverev

Kekalahan itu juga memperlihatkan pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan Zverev. Setelah berada dalam posisi menguntungkan pada tie-break set pertama, dia justru melakukan sejumlah kesalahan dan kehilangan lima poin beruntun. Situasi tersebut berlanjut ketika ia hanya mampu merebut dua dari delapan gim berikutnya.

Sebaliknya, Musetti tampil lebih tenang dalam memanfaatkan peluang. “Saya sudah mengatakan sebelum pertandingan bahwa ini akan menjadi tantangan terbaik sekaligus terberat yang bisa diberikan olahraga ini kepada saya. Karena itu, saya sangat senang berhasil memanfaatkan kesempatan,” ujar Musetti.

Kejutan juga menimpa Novak Djokovic. Juara Grand Slam 24 kali itu gagal mengejar gelar kedelapan Paris Masters setelah kalah dari petenis kualifikasi Australia, Rinky Hijikata, 6-2, 3-6, 3-6. Kekalahan tersebut praktis mengakhiri musim Djokovic, yang menyatakan ingin beristirahat dalam beberapa pekan ke depan.

Mantan petenis nomor satu dunia lainnya, Daniil Medvedev, juga tersingkir setelah kalah dua set langsung dari Ignacio Buse asal Peru. Di tengah bergugurannya para unggulan, Carlos Alcaraz mampu menjaga peluang. Petenis unggulan kedua itu mengalahkan Alex Michelsen 7-6 (7/4), 6-3. Alcaraz mengakui hari tersebut menjadi periode sulit bagi para pemain papan atas, tetapi ia memilih berkonsentrasi pada permainannya sendiri.

“Saya sangat senang bisa meraih kemenangan. Ini hari yang sangat sulit bagi para pemain unggulan, tetapi saya berusaha tidak memikirkannya. Saya hanya ingin bermain sebaik mungkin dan menikmati pertandingan,” ujar Alcaraz. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.