Pemprov DKI Perkuat Akses Pendidikan dan Layanan Publik bagi Penyandang Disabilitas
Jumat, 06 Nov 2026, 15:15 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Pemprov DKI Jakarta
JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat upaya mewujudkan kota inklusif dengan memperluas akses pendidikan, pekerjaan, transportasi, seni, dan layanan publik bagi penyandang disabilitas. Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan seluruh warga memiliki kesempatan setara dalam berpartisipasi di berbagai bidang kehidupan dan mengembangkan potensi diri tanpa diskriminasi.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat menghadiri kegiatan bakti sosial dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tahun 2026 di Pesantren Tahfidz Difabel K.H. Ahmad Luthfi Fathullah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (6/11).
Rano mengatakan, kegiatan bakti sosial tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga mengingatkan pentingnya memberikan hak dan kesempatan yang sama kepada setiap warga. Menurutnya, seluruh masyarakat berhak memperoleh ruang untuk tumbuh, belajar, dan meraih masa depan yang lebih baik.
“Saya bahagia dapat hadir dan berbagi kebahagiaan bersama para santri dan siswa dari Pesantren Tahfidz Difabel K.H. Ahmad Luthfi Fathullah dan SLB Ulaka Penca. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap sesama, sekaligus memperkuat budaya gotong royong dan solidaritas sosial dalam kehidupan masyarakat Jakarta,” tuturnya.
Ia menjelaskan, menjelang usia 500 tahun, Jakarta terus bertransformasi menjadi kota global yang inklusif dan berkelanjutan. Karena itu, pembangunan ibu kota harus memperhatikan kebutuhan seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas, agar mereka mendapatkan akses dan kesempatan yang setara.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Jakarta harus menjadi kota yang memberikan ruang bagi semua orang. Tidak boleh ada warga yang tertinggal hanya karena memiliki keterbatasan fisik. Setiap orang berhak berpartisipasi, dihargai, dan mendapatkan dukungan untuk mengembangkan potensinya,” ujarnya.
Rano menilai Pesantren Tahfidz Difabel K.H. Ahmad Luthfi Fathullah dan SLB Ulaka Penca memiliki peran penting dalam membuka akses pendidikan bagi penyandang disabilitas. Keberadaan pesantren tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang bagi seseorang untuk mempelajari dan menghafal Al-Qur'an.
Adapun SLB Ulaka Penca memberikan kesempatan kepada anak-anak penyandang disabilitas untuk memperoleh pendidikan sekaligus membangun rasa percaya diri dan kemandirian. Lembaga pendidikan tersebut juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengenali serta mengembangkan potensi yang dimiliki.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam kegiatan bakti sosial tersebut, sejumlah bantuan disalurkan kepada penerima manfaat. Bantuan itu meliputi kursi roda, fasilitas penunjang pendidikan, Al-Qur'an isyarat, santunan dana pendidikan, serta bantuan dana untuk Masjid Jami’atul Qirom di Lebak Bulus.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan penerima sekaligus mendukung keberlangsungan kegiatan pendidikan dan keagamaan. Penyaluran bantuan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan.
Selain akses pendidikan, Rano mengingatkan pentingnya keterlibatan keluarga dan lingkungan dalam mendukung tumbuh kembang anak. Menurutnya, tanggung jawab pendidikan tidak hanya berada di tangan sekolah, tetapi juga membutuhkan peran orang tua, guru, dan masyarakat sekitar.
Kepada para santri dan siswa yang hadir, ia berpesan agar terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan tidak berhenti memiliki cita-cita. Pemprov DKI Jakarta juga telah menyiapkan sejumlah program dukungan pendidikan, di antaranya Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).
“Insyaallah tahun depan kita akan melahirkan LPDP Jakarta yang saat ini sedang kami persiapkan. Teruslah mengembangkan potensi diri dan percaya bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rano turut mengapresiasi KORPRI Nasional, KORPRI Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Sosial, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta, serta seluruh pihak yang berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan bakti sosial.
Ia berharap, peringatan HUT ke-55 KORPRI dapat memperkuat semangat pengabdian aparatur sipil negara (ASN), terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Profesionalisme dalam bekerja, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan kepedulian sosial dan komitmen menghadirkan manfaat nyata.
“Melalui semangat gotong royong dan kolaborasi, mari kita bersama-sama menghadirkan Jakarta yang lebih adil, ramah, dan inklusif. Kota yang memberikan kesempatan kepada setiap warganya untuk tumbuh, berkembang, dan berkontribusi,” pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!