Jalani Sidang Selama 13 Jam Lebih, Jokowi Minta Keadilan di Sidang PN Jaktim
Jumat, 06 Nov 2026, 03:35 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo meminta majelis hakim memberikan keadilan setelah menunjukkan empat ijazah pendidikannya dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11) malam.
"Semua bukti-bukti sudah kita tunjukkan, kemudian juga utamanya empat ijazah, ijazah SD, ijazah SMP, ijazah SMA, dan ijazah S-1 saya. Semuanya sudah saya tunjukkan kepada majelis hakim, kepada pihak terdakwa, dan dari jaksa penuntut umum," kata Jokowi seusai persidangan.
Jokowi menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam perkara dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu yang menyeret sejumlah pihak sebagai terdakwa. Persidangan berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga sekitar 22.30 WIB.
Dia menyebut seluruh pihak yang hadir dalam persidangan telah melihat secara langsung dokumen pendidikan tersebut, termasuk ijazah aslinya.
Meski telah menunjukkan dokumen tersebut, Jokowi menyerahkan sepenuhnya proses penyelesaian perkara kepada majelis hakim. Dia berharap perkara yang selama ini bergulir dapat diselesaikan melalui proses hukum secara adil.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kita serahkan semuanya pada Yang Mulia Majelis Hakim yang terhormat. Saya hanya minta keadilan agar nama baik saya terhadap tuduhan ijazah palsu ini betul-betul bisa diselesaikan dengan baik," ujarnya.
Jokowi juga menyatakan tidak mempermasalahkan sikap dua terdakwa, yakni Roy Suryo dan Dokter Tifa, yang menolak kesaksiannya dalam persidangan.
"Ya tidak apa-apa, itu hak. Ya nanti, nanti kita lihatlah keputusan dari majelis hakim seperti apa," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat ditanya mengenai kepuasannya terhadap jalannya persidangan, Jokowi mengatakan proses hukum belum mencapai tahap akhir. Karena itu, dia masih menunggu putusan majelis hakim.
Menurut dia, kehadirannya sebagai saksi dan penunjukan dokumen pendidikan belum menjamin persoalan tudingan ijazah palsu tersebut langsung selesai.
"Ya tidak semudah itu. Dulu kan banyak yang minta, 'Pak, tunjukkan ijazahnya saja, tunjukkan pasti rampung'. Sudah di pengadilan saja belum tentu juga rampung kok," ucapnya.
Selain meminta keadilan, Jokowi mengungkapkan kekecewaannya terhadap tuduhan yang dinilainya turut menyeret nama kedua orang tuanya.
Dia mengaku tersinggung dan marah karena tudingan tersebut tidak hanya menyasar dirinya, tetapi juga menyentuh kehormatan ayah dan ibu kandungnya.
Jokowi mengatakan kedua orang tuanya memiliki peran besar dalam perjalanan hidupnya, mulai dari merawat sejak bayi hingga membiayai dan mendukung pendidikan yang ditempuhnya.
"Ya jelas, saya sangat tersinggung sekali. Saya sangat marah sekali karena orang tua saya, ibu kandung saya, bapak kandung saya dibilang seperti itu," katanya.
Jokowi mengatakan kedua orang tuanya memiliki peran besar dalam perjalanan hidupnya, mulai dari merawat sejak bayi hingga membiayai dan mendukung pendidikannya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!