Jaga Keberlanjutan Pertumbuhan Bisnis, Laba Bersih Krom Bank Tumbuh 25% jadi Rp157,91 Miliar di Q3-2026
Jumat, 06 Nov 2026, 22:10 WIBJAKARTA- PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) membukukan laba bersih sebesar 157,91 miliar rupiah pada sembilan bulan pertama atau kuartal III (Q3)-2026, tumbuh 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 126,08 miliar rupiah. Pertumbuhan tersebut ditopang ekspansi kredit, peningkatan pendapatan bunga bersih, serta penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang menguat.
Berdasarkan laporan keuangan unaudited per 30 September 2026, Krom Bank mencatat total aset sebesar 17,64 triliun rupiah, meningkat 65 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan 10,67 triliun rupiah pada September 2025.
Penyaluran kredit perseroan juga tumbuh 46 persen menjadi 11,66 triliun rupiah dari sebelumnya 7,96 triliun rupiah. Sementara itu, pendapatan bunga bersih meningkat 67 persen menjadi 2,13 triliun rupiah, dibandingkan 1,27 triliun rupiah pada periode yang sama tahun lalu. Dengan demikian, laba sebelum pajak tercatat sebesar 202,44 miliar rupiah, naik 25 persen dari 161,64 miliar rupiah secara tahunan.
Presiden Direktur PT Krom Bank Indonesia Tbk Anton Hermawan mengatakan, di tengah kompleksitas dinamika industri perbankan dan tantangan ekonomi global, perseroan akan menjaga keberlanjutan pertumbuhan bisnis melalui penguatan tata kelola risiko, disiplin penyaluran kredit, pengelolaan kualitas aset secara proaktif, serta ekspansi kredit yang terukur.
Menurut Anton, pertumbuhan bisnis tidak semata-mata ditentukan oleh kecepatan ekspansi, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan fundamental perusahaan.
âKami percaya bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya diukur dari seberapa cepat pertumbuhan dicapai, tetapi juga dari kualitas dan keberlanjutan pertumbuhan tersebut. Bagi Krom Bank, pertumbuhan harus berjalan selaras dengan penguatan fundamental, penerapan manajemen risiko yang prudent, kualitas aset yang terjaga, serta kecukupan modal dan likuiditas,â kata Anton dalam keterangan tertulis, di Jakarta, baru-baru ini.Â
Dia optimistis, dengan fondasi bisnis yang kuat, Krom Bank mampu menghadapi dinamika industri sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Perkuat Dana Murah
Di sisi pendanaan, Krom Bank terus memperkuat penghimpunan dana murah melalui current account savings account (CASA) untuk meningkatkan likuiditas dan menjaga profitabilitas. Hingga September 2026, CASA perseroan mencapai 3,07 triliun rupiah, melonjak 120 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,37 triliun  rupiah.
Secara keseluruhan, DPK Krom Bank mencapai 13,43 triliun rupiah, tumbuh 93 persen yoy dari 6,97 triliun rupiah. Peningkatan tersebut mencerminkan penguatan basis pendanaan di tengah ekspansi bisnis perseroan.
Pertumbuhan nasabah turut didukung inovasi produk dan kolaborasi dengan ekosistem digital. Pada 2026, Krom Bank memperluas layanan melalui peluncuran kartu debit yang dilakukan secara bertahap dan ditargetkan dapat diakses seluruh nasabah dalam waktu dekat.
Perseroan juga menghadirkan sejumlah program promosi, termasuk fitur Kantong Tabungan untuk menyimpan cashback transaksi serta bonus Ajak Teman dengan penawaran bunga hingga 20 persen per tahun.
Selain itu, Krom Bank memperkuat portofolio simpanan melalui produk Krom Flex dengan bunga 6,5â7,5 persen per tahun dan Krom Max dengan bunga hingga 8 persen per tahun.
Anton mengatakan, diversifikasi produk dan inovasi berkelanjutan menjadi bagian dari strategi perseroan untuk menghadirkan layanan keuangan digital yang kompetitif dan sesuai dengan kebutuhan nasabah.
âKami terus berkomitmen memperkuat inovasi dan diversifikasi produk untuk menghadirkan solusi keuangan digital yang semakin kompetitif dan relevan dengan kebutuhan nasabah melalui pengembangan fitur transaksi, program promosi, serta produk simpanan dengan tingkat imbal hasil yang menarik,â katanya.
Permodalan Terjaga
Dari sisi permodalan, Krom Bank mencatat rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) sebesar 36,52 persen. Rasio Common Equity Tier 1 (CET1) dan Tier 1 masing-masing berada pada level 48,40 persen, mencerminkan kondisi permodalan yang kuat.
Sementara itu, likuiditas perseroan tetap terjaga dengan rasio loan to deposit ratio (LDR) sebesar 86,82 persen, didukung struktur pendanaan yang stabil.
Anton menegaskan, perseroan akan terus memastikan kecukupan modal dan likuiditas melalui penerapan prinsip kehati-hatian serta pengelolaan pendanaan yang prudent.
âDengan fundamental yang solid, kami optimistis dapat menjaga bisnis secara resilien  sekaligus mendukung pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan di tengah dinamika industri perbankan," pungkas Anton.
- Penyaluran Kredit
- Dana Pihak Ketiga (DPK)
- Laba Bersih
- Kinerja Keuangan
- Krom Bank Indonesia
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Vitto Budi
Berita Terkait:
-
Bukan Lagi KYC, tapi KYA, Pelaku Bisnis Diminta Wamenkomdigi Kenali Agen AI yang Digunakan
-
Komputasi AI Mendunia, Kadin: Jangan Sampai RI Cuma Jadi Pasar
-
Mourinho Nilai Tak Adil Membandingkan Real Madrid dengan Barcelona
-
497 Gempa Tektonik Menggetarkan Wilayah Sulut Sepanjang September 2026
-
BMKG Prakirakan Hujan Petir hingga Ringan Bakal Guyur Mayoritas Kota Besar Indonesia pada Minggu (11/10)
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.