Airlangga Hartarto Sebut Konsumsi Pemerintah Topang Pertumbuhan Ekonomi RI pada Triwulan III 2026
Jumat, 06 Nov 2026, 03:54 WIBJAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut konsumsi pemerintah tumbuh 8,95 persen dan menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2026.
"Pada dua kuartal ini, yakni triwulan II dan III, belanja pemerintah ditingkatkan. Belanja tersebut menjadi bagian dari konsumsi melalui program-program unggulan pemerintah, termasuk MBG dan KDKMP," kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/11).
Pertumbuhan konsumsi pemerintah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 5,66 persen.
Selain konsumsi pemerintah, pertumbuhan ekonomi juga ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,04 persen.
Konsumsi rumah tangga memiliki kontribusi sebesar 51,97 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sehingga tetap menjadi komponen utama dalam menopang aktivitas perekonomian.
Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia tumbuh 5,47 persen pada triwulan III-2026, meningkat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan II-2026 sebesar 5,29 persen.
Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan yang memiliki kontribusi terbesar terhadap PDB, yakni 19,22 persen, tumbuh 5,87 persen.
Pertumbuhan industri tersebut didukung oleh sejumlah subsektor, antara lain industri makanan dan minuman yang tumbuh 7,09 persen, kimia dan farmasi 8,10 persen, logam dasar 9,94 persen, serta alat angkutan dan otomotif 6,14 persen.
Airlangga mengatakan proyek prioritas pemerintah turut mendorong aktivitas ekonomi pada sektor konstruksi yang tumbuh 6,42 persen. Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan Sekolah Rakyat menjadi bagian dari kegiatan yang mendukung pertumbuhan sektor tersebut.
Ke depan, pemerintah memperkirakan momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga pada triwulan IV-2026.
Optimisme tersebut didukung sejumlah indikator ekonomi, salah satunya indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur Indonesia pada Oktober 2026 yang berada di level 54,0, meningkat dibandingkan September 2026 sebesar 52,4.
Airlangga menjelaskan PMI manufaktur tersebut menunjukkan aktivitas industri berada dalam fase ekspansi dan mencapai level tertinggi sejak Maret 2026.
"Selain itu, Indeks Kepercayaan Industri yang disusun Kementerian Perindustrian tercatat sebesar 53,77. Penjualan listrik juga meningkat 9,21 persen, sedangkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tetap berada pada level optimistis sebesar 118,1," katanya.
Meski demikian, Airlangga tetap mencermati sejumlah risiko yang berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat, terutama tekanan harga pangan dan energi serta dinamika nilai tukar rupiah.
"Capaian pertumbuhan sebesar 5,47 persen ini menunjukkan bahwa kebijakan yang diambil pemerintah, dipimpin Bapak Presiden Prabowo, sudah berada di jalur yang tepat dengan fundamental yang kuat dan investasi yang terus meningkat. Dukungan kebijakan yang terarah akan terus dijalankan, meskipun masih terdapat berbagai tantangan yang perlu diselesaikan," kata Airlangga.
- Airlangga Hartarto
- Pertumbuhan Ekonomi
- Konsumsi Pemerintah
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,47 Persen di Triwulan III-2026, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Utama
-
Bisnis Manufaktur Masih Ekspansi, IKBM Triwulan III-2026 Naik ke 52,75
-
Berikut Rekayasa Lalu Lintas yang Dilakukan oleh Dishub DKI Jakarta karena Ada Unjuk Rasa
-
Gen Z Jerman Melawan! Kebijakan Wajib Militer dan Pemangkasan Anggaran Picu Protes
-
BMKG Catat Hujan Lebat Mengguyur Sejumlah Wilayah Indonesia pada 22–25 Oktober 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.