230 Personel Disiapkan untuk Menghadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi
Jumat, 06 Nov 2026, 23:25 WIBSampang - Polres Sampang, Jawa Timur menyiagakan sedikitnya 230 personel guna menghadapi bencana hidrometeorologi yang diperkirakan berpotensi terjadi pada musim hujan 2026-2027.
"Ini sebagai upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang diprediksi akan melanda sejumlah daerah di Jawa Timur pada akhir 2026 hingga awal 2027, termasuk di Kabupaten Sampang," kata Wakapolres Sampang Kompol Hery Kusnanto di Sampang, Jumat.
Ia menjelaskan, ke-230 personel itu terdiri atas 180 personel polisi yang bertugas di desa dan kelurahan sebagai Bhabimkamtibmas, sedangkan 50 personel sisanya merupakan gabungan dari Polsek jajaran dan Polres Sampang.
Menurut Wakapolres, para personel itu bertugas melakukan deteksi dini, dan laporan cepat ke instansi terkait apabila terjadi bencana.
"Mereka juga kami tugaskan untuk melakukan pendidikan melek bencana kepada warga dengan cara menyampaikan sosialisasi langsung tentang prakiraan potensi bencana ini," katanya.
Menurut Wakapolres Kompol Hery KUsnanto, siaga bencana hidrometeorologi juga menjadi perhatian Polda Jatim, sehingga Polres jajaran diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.
Berdasarkan data sepanjang 2025 yang disampaikan Polda Jatim kepada masing-masing Polres jajaran, sambung dia, tercatat 672 kejadian bencana alam terjadi di berbagai wilayah Jatim
Akibat kejadian tersebut, sebanyak 28 orang dilaporkan meninggal dunia, 55 orang luka-luka, dengan jumlah kerugian material mencapai Rp7 miliar lebih.
"Karena itu, Polres jajaran yang ada di Jawa Timur diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Tahun ini ditargetkan zero victim atau nol korban jiwa," kata Hery.
Wakapolres juga mengimbau seluruh masyarakat agar selalu waspada. Jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam atau situasi darurat di lingkungan sekitar, warga diminta segera menghubungi layanan kepolisian melalui call center 110.
"Kami bersama tim Pemkab Sampang tentu siap memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat," kata Wakapolres.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, jenis bencana alam yang sering terjadi berupa banjir, tanah longsor, angin kencang, dan angin puting beliung.
"Kalau di musim kemarau saat ini, kejadian bencana yang melanda Sampang adalah kekeringan yakni melanda 78 desa dari total 180 desa dan kelurahan yang ada di kabupaten ini," kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang Moh Hozin
- bencana hidrometeorologi
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Marc Marquez Menangi Sprint Race MotoGP Australia, Jorge Martin Terjatuh
-
Prancis Dipukul Kerusuhan, Macron Belum Berencana Tetapkan Status Darurat
-
Jadi Tuan Rumah, Depok Pede Tembus Lima Besar Porprov Jabar
-
GIIAS Makassar 2026 Resmi Dibuka, 18 Merek Otomotif Internasional Dipamerkan, Catat Tanggalnya!
-
Pemulihan sawah pascabencana di Aceh
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.