Rufiyaa Maladewa Melukis Narasi Kehidupan Lewat Lembaran Polimer
Kamis, 05 Nov 2026, 15:26 WIBMATA uang bukan sekadar alat tukar sah dalam transaksi ekonomi. Di balik selembar kertas yang berpindah dari tangan ke tangan, tersimpan identitas, sejarah, kebudayaan, dan kebanggaan suatu bangsa. Salah satu mata uang yang paling memukau dunia lewat pendekatan visualnya adalah Rufiyaa Maladewa (Maldives), khususnya seri "Ran Dhihafaheh" (Emas Lima Puluh) yang dirilis untuk memperingati 50 tahun kemerdekaan negara kepulauan tersebut dan mulai beredar secara resmi sejak tahun 2016.
Jika mayoritas negara menampilkan potret wajah pahlawan atau pemimpin nasional pada uang kertas mereka, Maladewa mengambil langkah berani yang berbeda. Mereka merayakan kehidupan sehari-hari masyarakatnya, keindahan alam bawah laut yang rapuh, serta warisan budaya bahari. Hasilnya? Sebuah mahakarya desain yang diakui secara internasional sebagai salah satu mata uang tercantik di dunia.
Sentuhan Lokal
Keunikan seri uang kertas Rufiyaa ini bermula dari proses pembuatannya. Otoritas Moneter Maladewa (MMA) tidak menggunakan jasa agensi desain korporat besar dari luar negeri untuk konsep visualnya. Sebaliknya, mereka menggelar kompetisi nasional dan memilih bakat lokal, seorang desainer muda Maladewa bernama Abdulla Nashath.
Nashath berhasil memadukan unsur tradisi dan modernitas dengan sangat apik. Pendekatan desainnya sangat humanis. Dibanding memajang foto formal tokoh penting yang kaku, setiap pecahan uang kertas Rufiyaa menceritakan potongan kisah tentang dinamika kehidupan manusia Maladewa, hubungan mereka dengan laut, dan bagaimana mereka menjaga warisan leluhur.
Setiap denominasi uang kertas Rufiyaa dirancang dengan palet warna yang cerah dan tata letak vertikal pada bagian depannya, memberikan kesan modern dan dinamis dengan narasi visual berbeda di balik masing-masing pecahan:
-
5 Rufiyaa (Abu-abu/Perak): Pecahan ini didedikasikan untuk dunia olahraga dan kebersamaan. Desainnya menampilkan anak-anak yang bermain sepak bola di pantai, mencerminkan budaya komunal dan kegembiraan sederhana masyarakat pulau.
-
10 Rufiyaa (Kuning Emas): Uang kertas ini merayakan pilar ekonomi tradisional Maladewa, yaitu nelayan. Terlihat gambar sekelompok pria yang memanjat pohon kelapa dan menoreh nira, serta aktivitas nelayan tradisional yang sedang menarik jala.
-
20 Rufiyaa (Ungu): Berfokus pada modernisasi dan transportasi. Bagian depannya menggambarkan pesawat yang lepas landas dari Bandara Internasional Velana, bersanding dengan gambar kapal layar tradisional dhoni, menjembatani masa lalu dan masa depan transportasi Maladewa.
-
50 Rufiyaa (Hijau): Menampilkan aktivitas religius dan pendidikan. Di sini terdapat visual anak-anak yang sedang membaca Al-Qur'an, yang melambangkan fondasi spiritual dan transfer ilmu antargenerasi.
-
100 Rufiyaa (Merah): Desainnya menonjolkan keahlian seni dan kerajinan tangan lokal. Kita bisa melihat detail ukiran kayu tradisional yang rumit dan seni kaligrafi Arab yang menjadi ciri khas arsitektur bersejarah di Maladewa.
-
500 Rufiyaa (Oranye/Jingga): Menyoroti sektor pariwisata yang menjadi motor ekonomi utama. Uniknya, bukan hotel mewah yang dipajang, melainkan pengrajin lokal yang sedang membuat anyaman sapu lidi kelapa (ekels) serta motif ukiran kayu kapal kayu tradisional.
-
1.000 Rufiyaa (Biru Dongker): Pecahan tertinggi ini adalah surat cinta untuk alam. Bagian depannya menggambarkan hiu paus (whale shark) dan penyu hijau yang berenang anggun di kedalaman laut, menegaskan komitmen Maladewa terhadap konservasi laut.
Jendela Transparan
Bukan hanya indah secara visual, Rufiyaa Maladewa diproduksi menggunakan teknologi mutakhir. Uang kertas ini dicetak di atas bahan polimer substrat Safeguard® oleh perusahaan pencetak uang ternama, De La Rue. Penggunaan polimer ini sangat logis bagi Maladewa; sebagai negara kepulauan dengan kelembapan tinggi dan interaksi konstan dengan air laut, uang berbahan plastik jauh lebih awet, tidak mudah robek, dan tahan air dibandingkan uang kertas kapas biasa.
Salah satu fitur keamanan sekaligus estetika paling menonjol adalah jendela transparan (clear window) yang menyatu dalam desain. Pada pecahan 1.000 Rufiyaa, misalnya, jendela transparan tersebut berbentuk pola siluet hiu paus yang indah. Saat diterawang ke arah cahaya, fitur ini tidak hanya memverifikasi keaslian uang, tetapi juga memberikan efek visual bayangan air laut yang memukau.
Selain itu, terdapat pola taktil (garis timbul) di sudut-sudut uang yang sengaja dirancang untuk membantu penyandang disabilitas netra mengenali nominal uang dengan mudah lewat sentuhan.
Kanvas Konservasi
Secara keseluruhan, desain Rufiyaa Maladewa adalah sebuah kampanye visual yang berjalan. Di saat dunia menghadapi ancaman perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut yang mengancam keberadaan negara kepulauan seperti Maladewa, mata uang ini menjadi pengingat abadi bagi warganya dan dunia internasional tentang apa yang sedang mereka perjuangkan untuk dilindungi.
Dari riak gelombang laut yang digambar secara geometris sebagai latar belakang, hingga detail biota laut yang rumit, Rufiyaa berhasil mengubah dompet setiap orang menjadi galeri seni mini. Uang ini membuktikan bahwa estetika modern, kecerdasan teknologi keamanan, dan kedalaman cerita budaya bisa melebur menjadi satu lembar karya seni yang bernilai tinggi.
- Maladewa
- maldives
- Rufiyaa
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Program KreatIPO: Kolaborasi Kemenekraf dan BEI untuk Dorong Pegiat Ekraf Menuju Lantai Bursa Saham
-
Bursa Transfer Liga Spanyol Memanas! Ini Rekap Transfer Terbarunya
-
Keren Kebijakan Ini, Olah Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Penerbangan yang Ramah Lingkungan
-
BRI Life Luncurkan Asuransi Corporate Eazy (COZY), Hadirkan Solusi Proteksi Fleksibel dengan Premi Mulai Rp1.000 per Hari
-
Spesialis Penyelam Gua Bawah Laut Finlandia Bergabung dalam Pencarian Jenazah 4 Penyelam Italia di Maldives
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.