Pemkot Makassar Jajaki Kerja Sama untuk Olah Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif
Kamis, 05 Nov 2026, 04:34 WIBMAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar menjajaki kerja sama untuk mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif atau Refuse-Derived Fuel (RDF) sebagai solusi mengurangi timbunan sampah sekaligus memberikan nilai ekonomi dari pengelolaan limbah perkotaan.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang sebelumnya telah ditandatangani Pemkot Makassar dan Indocement terkait pemanfaatan sampah melalui teknologi RDF.
Presiden Direktur PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Christian Kartawijaya di Makassar, Rabu mengatakan pihaknya siap mendukung upaya Pemkot Makassar dengan memanfaatkan fasilitas Alternative Fuel Facility di kawasan pabrik Semen Bosowa Maros.
"Melalui fasilitas tersebut, sampah akan dipilah, dicacah, dan dipres untuk menghasilkan bahan bakar alternatif yang dapat menggantikan sebagian penggunaan batu bara dalam proses produksi semen," ujarnya.
Hal serupa, kata dia, juga dilakukan di beberapa daerah yakni mengambil sampah, kemudian dikelola, dicacah, dipilah, dan dipres untuk dijadikan bahan bakar alternatif pengganti batu bara.
Ia menjelaskan, fasilitas pengolahan bahan bakar alternatif di Maros memiliki kapasitas hingga 800 ton RDF per hari. Kapasitas tersebut diperkirakan setara dengan pengolahan sekitar 2.000 hingga 2.500 ton sampah mentah, bergantung pada karakteristik dan proses pengolahannya.
Kapasitas tersebut dinilai berpotensi mendukung penanganan persoalan persampahan di Makassar, termasuk melalui pengolahan timbunan sampah lama atau landfill mining di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa.
Christian menyebutkan, pemanfaatan sampah sebagai bahan bakar alternatif telah diterapkan di sejumlah daerah. Selain sampah perkotaan, perusahaan juga memanfaatkan sekam padi, bonggol jagung, limbah ban, dan material lain yang dapat diolah menjadi sumber energi alternatif.
Meski demikian, implementasi kerja sama dengan Pemkot Makassar masih membutuhkan sejumlah persiapan, termasuk pembangunan fasilitas pengolahan dan penyediaan sarana pendukung. Pembangunan fasilitas tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu tahun atau lebih.
"Setelah sampah diproses dan siap digunakan di pabrik, kami akan membelinya. Jadi, ada nilai ekonomi yang bisa diperoleh dari pengelolaan sampah ini," katanya.
Melalui skema tersebut, Pemkot Makassar diharapkan memperoleh alternatif penanganan sampah, sementara pihak industri mendapatkan sumber bahan bakar alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap batu bara.
Ia optimistis, penjajakan kerja sama tersebut dapat membantu Pemkot Makassar mengurangi timbunan sampah sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi melalui pemanfaatan sampah sebagai sumber energi alternatif.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Hilirisasi Industri Jadi Prioritas, Ini Langkah Pemkab Belitung Perkuat Ekonomi Lokal
-
Jangan Sampai Salah! Polda Imbau Penonton MotoGP Cek Kategori Tiket Sebelum ke Sirkuit
-
Tips Aman Beli Susu Formula Online, Orang Tua Perlu Perhatikan 3 Hal Ini
-
Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 Perkuat Pembinaan Atlet Esports Indonesia
-
Kane, Mbappe, dan Yamal Berburu Ballon d’Or, Begini Sistem Penilaiannya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.