Mercedes-Benz Kembangkan Teknologi Kaca Cerdas untuk Tingkatkan Keselamatan Berkendara

Kamis, 05 Nov 2026, 19:37 WIB

JAKARTA – Mercedes-Benz terus mengembangkan teknologi otomotif untuk mendukung mobilitas masa depan. Memasuki 140 tahun perjalanan inovasinya, perusahaan asal Jerman tersebut memperkenalkan sejumlah pengembangan teknologi digital dan sistem kelistrikan kendaraan, mulai dari layar cerdas yang terintegrasi pada kaca hingga konverter daya untuk kendaraan listrik.

Berbagai inovasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan keselamatan, kenyamanan, efisiensi, serta pengalaman berkendara. Pengembangan teknologi juga mencakup sistem informasi yang lebih mudah digunakan dan dapat menyesuaikan kebutuhan pengemudi maupun penumpang.

Ket. Foto: Teknologi layar LED terintegrasi pada mobil Mercedes-Benz. Pabrikan ini juga mengembangkan teknologi mobil masa depan lainnya, seperti Holographic Display dan Power Converter 800 volt untuk meningkatkan keselamatan serta efisiensi kendaraan listrik. — Sumber: Mercedes-Benz

Vice President Development Innovations, Operations & Digitalisation Mercedes-Benz AG, Ida Wolf, mengatakan pengembangan teknologi masa depan harus berorientasi pada manfaat nyata bagi pelanggan.

“Masa depan mobilitas tidak dibangun melalui janji, melainkan melalui ketepatan dan keunggulan rekayasa yang telah terbukti. Dengan menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari pelanggan, kami terus membentuk mobilitas masa depan secara berkelanjutan, konsisten, dan dengan fokus yang jelas terhadap masa depan,” ujarnya dalam siaran pers pada hari Kamis (5/11/2026).

Layar LED Terintegrasi pada Kaca untuk Mendukung Keselamatan

Salah satu teknologi yang tengah dikembangkan Mercedes-Benz adalah layar LED yang terintegrasi langsung ke dalam kaca kendaraan. Teknologi ini memungkinkan mobil berkomunikasi dengan lingkungan di sekitarnya melalui tampilan informasi visual.

Pada kondisi tertentu, layar tersebut dapat menampilkan tanda peringatan, simbol keselamatan, hingga informasi lalu lintas pada kaca belakang kendaraan. Informasi ini diharapkan membantu pengguna jalan lain memahami kondisi kendaraan di depannya.

Elemen layar tertanam dalam lapisan kaca komposit sehingga hampir tidak terlihat ketika tidak digunakan. Desain tersebut memungkinkan teknologi tetap menyatu dengan tampilan kendaraan tanpa mengganggu estetika.

Mercedes-Benz mengembangkan dua jenis teknologi LED untuk kebutuhan berbeda, yakni Mini LED dan Micro LED. Mini LED dirancang untuk area tampilan yang lebih luas, seperti kaca belakang. Teknologi ini dapat digunakan untuk menampilkan lampu rem, simbol peringatan, maupun informasi lalu lintas bagi pengendara di belakang kendaraan.

Sementara itu, Micro LED memiliki resolusi lebih tinggi sehingga cocok untuk menampilkan visual yang lebih kompleks pada area layar berukuran kecil, termasuk animasi. Kedua teknologi tersebut mengusung konsep tampilan sesuai kebutuhan. Konten hanya muncul ketika diperlukan, sedangkan elemen layar tetap hampir transparan saat tidak digunakan.

Holographic Display Manfaatkan Kaca Depan

Selain layar pada kaca belakang, Mercedes-Benz juga mengembangkan teknologi Holographic Display yang memanfaatkan kaca depan sebagai media penyampaian informasi. Teknologi ini menggunakan proyektor yang ditempatkan pada panel instrumen untuk memproyeksikan konten ke kaca depan. Lapisan film transparan khusus yang tertanam di dalam kaca dilengkapi teknologi holographic optical elements (HOE), yang berfungsi memantulkan panjang gelombang cahaya tertentu dari proyektor.

Sistem tersebut dirancang agar gambar tetap terlihat meskipun kendaraan berada di bawah sinar matahari. Tampilan holografis juga hanya dapat dilihat dari sudut pandang tertentu. Dengan demikian, informasi yang ditampilkan di sisi pengemudi tidak terlihat oleh penumpang, begitu pula sebaliknya.

Teknologi ini membuka peluang pemanfaatan kaca depan untuk menampilkan beragam informasi, mulai dari petunjuk navigasi, informasi berkendara, hingga lokasi menarik atau points of interest (POI).

Selain itu, sistem tersebut berpotensi digunakan untuk menampilkan panggilan video dan konten hiburan, termasuk film. Konten dapat disesuaikan dengan situasi dan kebutuhan, sehingga kaca depan tidak harus selalu menampilkan informasi secara permanen. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya Mercedes-Benz mengembangkan sistem komunikasi kendaraan yang lebih terintegrasi dengan lingkungan digital.

Power Converter Dukung Sistem Kelistrikan 800 Volt

Di sektor kendaraan listrik, Mercedes-Benz mengembangkan Power Converter, teknologi konverter daya yang dirancang untuk mengatur aliran energi dari sel-sel baterai. Sistem ini menggunakan konverter mikro yang dapat diprogram untuk menghasilkan tegangan tinggi yang stabil hingga 800 volt. Kemampuan tersebut dirancang agar tidak terlalu bergantung pada tingkat pengisian daya maupun kondisi penuaan sel baterai.

Generasi Power Converter saat ini diklaim mampu menghasilkan daya hingga 3 kilowatt serta mendukung aplikasi arus bolak-balik (AC) dan arus searah (DC). Teknologi ini juga dikembangkan untuk mendukung pengisian daya dua arah atau bidirectional charging. Fitur tersebut memungkinkan energi mengalir dari kendaraan ke perangkat atau jaringan eksternal, termasuk melalui skema Vehicle-to-Home (V2H) dan Vehicle-to-Grid (V2G).

Pengembangan Power Converter berpotensi memberikan fleksibilitas lebih besar dalam perancangan baterai dan sistem elektronika daya kendaraan listrik. Salah satu pendekatannya adalah penerapan konverter secara modular pada tingkat sel atau kelompok sel baterai.

Sejumlah konverter yang dihubungkan secara paralel dapat mengatur aliran energi secara individual dan menghasilkan keluaran DC bertegangan tinggi yang stabil secara bersama-sama. Dengan pendekatan ini, daya keluaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan kendaraan maupun sistem yang digunakan.

Berbeda dengan arsitektur konvensional yang sangat bergantung pada jumlah sel baterai yang disusun secara seri, teknologi tersebut memungkinkan tegangan tinggi diatur melalui konverter terdesentralisasi dan sistem kendali berbasis perangkat lunak.

Mercedes-Benz juga melihat potensi penggabungan sejumlah fungsi elektronika daya yang saat ini masih ditangani oleh perangkat terpisah ke dalam satu unit perangkat keras. Pengembangan tersebut diharapkan dapat menghasilkan sistem penggerak yang lebih ringkas dan fleksibel.

Selain berpotensi meningkatkan efisiensi serta jarak tempuh kendaraan, Power Converter juga membuka peluang penerapan desain sistem penggerak modular untuk kendaraan listrik berbasis baterai (battery-electric vehicle) maupun kendaraan plug-in hybrid.

Melalui pengembangan layar cerdas, teknologi holografis, dan sistem konversi daya, Mercedes-Benz berupaya mengintegrasikan inovasi digital dengan teknologi elektrifikasi. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam membentuk kendaraan masa depan yang semakin aman, efisien, dan adaptif terhadap kebutuhan mobilitas.

  • Mercedes-Benz
  • Sistem Kelistrikan
  • kendaraan listrik
  • Keselamatan Berkendara
  • Mini LED
  • teknologi otomotif
  • Inovasi Otomotif
  • Mobil Masa Depan
  • Industri Otomotif
  • mobil listrik
  • teknologi digital
  • Holographic Display
  • Layar Holografis
  • Micro LED
  • Power Converter
  • Teknologi 800 Volt
  • Bidirectional Charging
  • Vehicle-to-Home
  • Vehicle-to-Grid

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.