Mendag: Surplus Dagang RI Capai Rp192,70 Triliun
Kamis, 05 Nov 2026, 00:45 WIBJAKARTA - Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menyampaikan surplus perdagangan Indonesia mencapai USD10,61 miliar (Rp192,70 triliun) sepanjang Januari-September 2026. Capaian tersebut berasal dari surplus nonmigas USD34,21 miliar (Rp621,32 triliun) setelah dikurangi defisit migas USD23,60 miliar (Rp428,62 triliun).
Pada September 2026, Indonesia kembali mencatatkan surplus perdagangan sebesar USD3,36 miliar (Rp61,02 triliun). Nilai tersebut terbentuk dari surplus nonmigas USD5,67 miliar (Rp102,98 triliun) yang menutup defisit migas sebesar USD2,31 miliar (Rp41,95 triliun).
Budi menyebut lemak dan minyak hewani atau nabati menjadi komoditas penyumbang surplus nonmigas terbesar pada September. Komoditas tersebut mencatat surplus USD4,41 miliar (Rp80,09 triliun), disusul bahan bakar mineral USD2,58 miliar (Rp46,86 triliun) serta besi dan baja USD1,85 miliar (Rp33,60 triliun).
Dari sisi mitra dagang, Amerika Serikat (AS) menjadi penyumbang surplus nonmigas terbesar dengan nilai USD2,15 miliar (Rp39,05 triliun). India menyusul sebesar USD1,66 miliar (Rp30,15 triliun), sedangkan Filipina berkontribusi USD770 juta (Rp13,98 triliun).
âTiga komoditas penyumbang surplus nonmigas terbesar pada September 2026, lemak dan minyak hewani atau nabati, bahan bakar mineral, besi dan baja. Sementara itu, negara penyumbang surplus terbesar adalah AS, India, dan Filipina,â ujar Budi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (3/11).
Kontribusi terbesar berasal dari lemak dan minyak hewani atau nabati sebesar USD29,31 miliar (Rp532,33 triliun). Komoditas lainnya meliputi bahan bakar mineral USD21,42 miliar (Rp389,03 triliun) serta besi dan baja USD13,95 miliar (Rp253,36 triliun).
Sementara itu, tiga mitra dagang utama penyumbang surplus nonmigas secara kumulatif adalah AS, India, dan Filipina. Ketiganya masing-masing mencatatkan kontribusi sebesar USD17,37 miliar (Rp315,47 triliun), USD10,81 miliar (Rp196,33 triliun), dan USD6,25 miliar (Rp113,51 triliun).
Dari sisi ekspor, Indonesia mencatatkan nilai USD27,59 miliar (Rp501,09 triliun) pada September 2026. Nilai tersebut meningkat 3,68 persen dibandingkan Agustus 2026 dan tumbuh 11,87 persen dibandingkan September 2025.
Kenaikan ekspor bulanan didukung pertumbuhan sektor nonmigas sebesar 3,98 persen. Ekspor industri pengolahan meningkat 4,38 persen, sedangkan sektor pertambangan dan lainnya tumbuh 2,37 persen.
Pada September 2026, sejumlah komoditas ekspor mencatatkan pertumbuhan secara bulanan. Ekspor logam mulia, perhiasan, dan permata meningkat 116,33 persen, mesin dan perlengkapan elektrik 19,91 persen, serta karet dan barang dari karet 14,87 persen.
âKinerja ekspor nasional pada September 2026 yang tumbuh 3,68 persen mencerminkan resiliensi Indonesia di tengah dinamika global. Penguatan ini ditopang secara konsisten oleh sektor industri pengolahan yang sejalan dengan program hilirisasi untuk meningkatkan ekspor produk bernilai tambah,â ujar Budi.
Secara kumulatif, ekspor Indonesia sepanjang JanuariâSeptember 2026 mencapai USD221,23 miliar (Rp4.017,98 triliun). Nilai tersebut tumbuh 5,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Industri pengolahan menyumbang USD182,83 miliar (Rp3.320,56 triliun) atau 82,64 persen dari total ekspor nasional. Ekspor sektor tersebut tumbuh 8,93 persen secara kumulatif.
Berdasarkan negara tujuan, Tiongkok menjadi pasar ekspor nonmigas terbesar dengan nilai USD54,17 miliar (Rp983,84 triliun) atau 25,52 persen. AS menempati posisi berikutnya sebesar USD25,39 miliar (Rp461,13 triliun) atau 11,96 persen, sedangkan India mencapai USD15 miliar (Rp272,43 triliun) atau 7,07 persen.
Di sisi impor, Indonesia mencatatkan nilai USD24,23 miliar (Rp440,07 triliun) pada September 2026. Nilai tersebut meningkat 5,09 persen dibandingkan Agustus dan tumbuh 18,41 persen dibandingkan September 2025. ils/I-1
- Mendag
- Surplus Perdagangan Indonesia
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Konser Kanye West di Russia Dibatalkan, Polisi Selidiki Penyelenggara atas Dugaan Penipuan
-
PT KAI Hubungkan 351 Juta Pelanggan demi Pertumbuhan Bisnis
-
Konser BIGBANG di Jakarta Tambah Satu Hari, Digelar 16 dan 17 Januari
-
Lula Kembali Terpilih Jadi Presiden Brazil, Bolsonaro Tolak Hasil Pemilu
-
Jangan Hanya Jago Kandang, UMKM Didorong Serbu Pasar Global
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.