Mama Papua Didorong Naik Kelas, Pangan Lokal Dibidik Jadi Produk Unggulan

Kamis, 05 Nov 2026, 17:55 WIB

SORONG – Pelatihan diversifikasi pangan lokal menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Pengolahan bahan pangan lokal menjadi produk unggulan tidak hanya membuka peluang usaha dan memperluas pasar bagi UMKM, tetapi juga mengurangi ketergantungan terhadap bahan pangan tertentu.

Ket. Foto: Ketua Dekranasda Jemima Elisabeth menyerahkan bantuan alat produksi kepada mama Papua pada pelatihan di Kota Sorong, Kamis (5/11/2026). — Sumber: ANTARA/ Yuvensius Lasa Banafanu

Namun, pelatihan perlu diikuti pendampingan berkelanjutan, inovasi produk, standardisasi mutu, dan akses pemasaran agar tidak berhenti sebatas peningkatan keterampilan, melainkan mampu menciptakan produk berdaya saing dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Sorong mendorong pemberdayaan ekonomi mama-mama Papua melalui pelatihan diversifikasi pangan lokal jadi produk unggulan untuk mendukung pengembangan usaha industri kecil berbasis potensi daerah.

Ketua Dekranasda Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat di Sorong, Kamis (5/11), mengatakan pelatihan ini diinisiasi Dinas Perindustrian dengan dukungan anggaran Dana Otonomi Khusus (Otsus) dengan menyasar dua jenis pelatihan, yakni pembuatan stik sukun mentega dan pengolahan abon ikan yang diikuti 100 orang.

"Ini menjadi langkah nyata dalam membuka peluang bagi mama-mama Papua untuk meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan kemampuan membangun usaha ekonomi produktif," jelasnya.

Menurutnya, pemberdayaan perempuan tidak hanya sampai pada pelatihan, tetapi juga menghadirkan kesempatan, pengetahuan, dan ruang bagi mama Papua untuk berkembang dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

Ia mengatakan, Kota Sorong memiliki potensi sumber daya alam dan pangan lokal yang besar, khususnya buah sukun dan hasil perikanan.

"Potensi tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal melalui kreativitas dan inovasi agar memiliki nilai tambah ekonomi," jelasnya.

Dia berharap melalui pelatihan pembuatan stik sukun mentega, mama Papua mampu mengolah buah sukun menjadi produk makanan ringan yang menarik, berkualitas, dan berpotensi menjadi salah satu produk unggulan daerah.

Sementara melalui pelatihan pembuatan abon ikan, mama Papua dibekali keterampilan mengolah hasil perikanan menjadi produk yang praktis, memiliki daya simpan lebih baik apabila diproses dan dikemas dengan benar, serta mempunyai nilai jual lebih tinggi.

Jemima juga menegaskan bahwa pengembangan produk pangan lokal harus memperhatikan aspek mutu dan keamanan pangan.

"Produk yang dihasilkan tidak hanya harus memiliki cita rasa yang baik dan kemasan menarik, tetapi juga memenuhi standar kebersihan, sanitasi, kualitas bahan baku, serta proses pengolahan yang tepat," ujarnya.

Ia mengingatkan peserta agar tidak berhenti pada kemampuan membuat produk, tetapi juga mempelajari penghitungan biaya produksi, penentuan harga jual, pemilihan kemasan, hingga strategi pemasaran.

Selain itu, Jemima mendorong peserta membangun kerja sama melalui pembentukan atau pengembangan kelompok usaha agar kegiatan produksi dapat berjalan lebih terorganisasi dan berkesinambungan.

"Saya juga minta supaya adanya pemanfaatan teknologi dan media digital supaya produk olahan mama Papua bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas, tidak hanya di Kota Sorong, tetapi juga hingga ke luar wilayah Papua Barat Daya," katanya.

Dekranasda Kota Sorong, katanya akan terus mendukung kreativitas, inovasi, dan pengembangan produk lokal agar hasil karya mama Papua dapat berkembang dari usaha rumahan menjadi produk unggulan daerah yang memiliki identitas, kualitas, dan daya saing.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.