- Home
-
- Luar Negeri
-
- Korut Enggan Berdialog Kem...
Korut Enggan Berdialog Kembali dengan AS
Kamis, 05 Nov 2026, 02:45 WIBSEOUL - Saudara perempuan dari pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, yang sangat berpengaruh, mengisyaratkan keengganan untuk kembali berdialog dengan Amerika Serikat (AS) dan menegaskan bahwa Pyongyang tidak perlu duduk berhadapan dengan pihak-pihak yang tidak dapat dipercaya dan memusuhi.
Komentar Kim Yo-jong itu memupus harapan akan adanya pertemuan tingkat tinggi bulan ini dengan Presiden AS, Donald Trump, yang sebelumnya telah beberapa kali melontarkan tawaran untuk berdialog dengan pemimpin Kim Jong-un.
Pernyataan tersebut muncul setelah FBI menuding Korut terlibat dalam pencurian lebih dari 6 miliar dollar AS dari bursa mata uang kripto Binance, sebuah tuduhan yang sebelumnya telah dikecam oleh Kim Yo-jong sebagai sebuah provokasi politik yang serius.
"Kami tak menganggap insiden peretasan Binance sebagai kasus yang kebetulan, tiba-tiba, atau sekadar skema pribadi yang terisolasi, melainkan sebagai perpanjangan dari kebijakan bermusuhan AS yang tak berubah terhadap Korut. Jelas sekali upaya jahat AS untuk meraih keuntungan politik dan strategis dengan menyalahgunakan kasus ini justru menimbulkan dampak sampingan secara politik," ujar Kim Yo-jong, sebagaimana dikutip oleh kantor berita KCNA.
"Pendirian kami jelas: kami tidak perlu duduk berhadapan dengan pihak-pihak yang tidak dapat dipercaya dan memusuhi, yang menolak untuk meninggalkan kebijakan konfrontasi mereka namun di saat yang sama berbicara tentang dialog. Pilihan untuk mencapai perdamaian tentu mencakup dialog, namun hal itu tidak serta-merta sejalan dengan kepentingan nasional kami," imbuh dia.
Kim Yo-jong kemudian melontarkan tudingan bahwa Washington DC terus menjalankan kebijakan bermusuhan yang tidak berubah terhadap Pyongyang, merujuk pada tuduhan terkait Binance, latihan militer AS-Korea Selatan, serta tuntutan AS agar Korut melakukan denuklirisasi.
"Dalam situasi saat ini, di mana kebijakan bermusuhan AS terhadap Korut terus mencapai tingkat ekstrem yang baru, wajar jika kami pun akan mengambil langkah balasan yang juga mencapai tingkat baru," tegas Kim Yo-jong.
Lim Eul-chul, seorang profesor di Institut Studi Timur Jauh Universitas Kyungnam, mengatakan bahwa komentar Kim Yo-jong itu telah menurunkan prioritas dialog sekaligus memberikan tekanan kepada AS.
"Pernyataan terbaru ini memanfaatkan isu tersebut sebagai kesempatan untuk mengecam seluruh kebijakan tekanan AS terhadap Korut, yang menandai pergeseran dari sikap defensif menjadi ofensif," ujar dia kepada AFP.
Kapal Perang
Pada hari yang sama, kantor berita KCNA mewartakan bahwa pemimpin Kim Jong-un telah bertekad untuk membangun kapal perang paling canggih dan kuat di tengah upaya Pyongyang mempercepat ekspansi angkatan laut yang ambisius.
Pernyataan itu dilontarkan saat Kim Jong-un meninjau langsung galangan Nampho  pada Senin (2/11) yang membangun kapal perang baru.
âKim Jong-un menyatakan bahwa kapal perang yang sedang dibangun itu memiliki sistem tempur dengan kemampuan operasional yang tidak dimiliki oleh negara lain mana pun di dunia. Ia mengatakan hal ini perlu dilakukan demi mempertahankan tanah air, menjamin kedaulatan, dan menangkal segala bentuk ancaman," tulis KCNA, Rabu.
Sementara itu militer Korsel pada Rabu menyatakan bahwa Korut telah meluncurkan beberapa misil dari lepas pantai timurnya.
Beberapa hari terakhir, Korut telah melakukan serangkaian uji coba senjata di tengah meningkatnya ketegangan antara Pyongyang dan Seoul akibat ledakan ranjau darat di sepanjang perbatasan yang dijaga ketat.
Kepala Staf Gabungan (JCS) Korsel menyatakan bahwa pihak militer mereka mendeteksi beberapa misil yang diluncurkan dari wilayah Sondok, Korut, ke arah Laut Timur pada pagi hari tanggal 4 November.
Peluncuran misil pada Rabu ini terjadi sehari setelah Korut mengklaim telah menguji coba misil jelajah strategis, menyusul uji coba hulu ledak bom tandan yang dilakukan pada akhir pekan lalu.
Belakangan ini, Korea Utara juga telah menguji berbagai senjata lain, termasuk drone serang, sistem torpedo berpemandu presisi yang baru, serta misil hipersonik jarak menengah. AFP/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.