Ekonom CORE Ingatkan Stabilitas Keuangan Belum Menjamin Ekonomi Rakyat Membaik
Kamis, 05 Nov 2026, 02:00 WIBJakarta - Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan stabilitas sistem keuangan Indonesia yang terjaga pada triwulan III-2026 perlu diikuti dengan perbaikan kondisi ekonomi riil, terutama daya beli masyarakat dan konsumsi rumah tangga.
Yusuf di Jakarta, Rabu (4/11), mengamini penilaian Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bahwa kinerja sektor keuangan selama triwulan III-2026 masih terjaga. Namun, menurut dia, stabilitas tersebut tidak serta-merta mencerminkan kondisi ekonomi riil yang sehat.
âMenurut saya, tantangan terbesar bukan menjaga stabilitas keuangan karena itu relatif masih terkendali. Tantangan sesungguhnya adalah memastikan stabilitas tersebut diterjemahkan menjadi perbaikan ekonomi riil,â kata Yusuf.
Ia menjelaskan, kondisi ekonomi riil masih menunjukkan sejumlah sinyal yang beragam. Pertumbuhan kredit memang berada pada level tinggi, tetapi terutama didorong oleh pembiayaan korporasi dan investasi. Sementara itu, pemulihan konsumsi rumah tangga masih berlangsung lebih lambat dari yang diharapkan.
âIni menunjukkan ada jarak antara kesehatan sektor keuangan dan kondisi masyarakat. Perbankan terlihat sehat, tetapi daya beli belum tentu ikut kuat,â ujarnya.
Yusuf juga mengingatkan bahwa asesmen KSSK terhadap kondisi triwulan III bersifat melihat periode sebelumnya (backward looking), sehingga belum tentu menggambarkan risiko yang berkembang setelah kuartal tersebut berakhir.
Menurut dia, tekanan di pasar keuangan mulai terlihat dari pelemahan rupiah hingga melampaui Rp18.000 per dolar AS, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun di bawah level 5.000, meningkatnya biaya utang pemerintah, serta berlanjutnya arus keluar modal asing dari pasar saham.
âArtinya, kondisi yang dinilai stabil pada kuartal III belum tentu mencerminkan risiko yang sedang berkembang saat ini,â ujarnya.
Perekonomian Domestik
Sebelumnya, KSSK memastikan stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap terjaga sepanjang triwulan III-2026.
âHasil asesmen KSSK menunjukkan bahwa stabilitas fiskal, moneter, dan sektor keuangan selama triwulan III tetap terjaga dengan baik, didukung oleh koordinasi dan sinergi kebijakan yang erat antarotoritas,â kata Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
Suahasil menjelaskan perekonomian domestik masih menunjukkan ketahanan, yang tecermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap solid dan intermediasi keuangan yang terjaga.
Meski demikian, KSSK mencermati meningkatnya tekanan terhadap perekonomian Indonesia sejak memasuki Oktober 2026. Tekanan tersebut dipengaruhi eskalasi konflik geopolitik yang mendorong kenaikan harga energi global serta kebijakan moneter sejumlah negara yang cenderung ketat.
Dari dalam negeri, pengetatan likuiditas turut menjadi perhatian. Perkembangan pasar saham yang dipengaruhi pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) serta tekanan terhadap nilai tukar rupiah juga mewarnai kondisi pasar keuangan domestik.
KSSK turut menyoroti peningkatan arus modal keluar (capital outflow) dari pasar saham di tengah tekanan tersebut.
âPengumuman MSCI terkait kondisi pasar saham itu juga mewarnai kondisi ekonomi kita. Meningkatnya tekanan terhadap nilai tukar juga menyebabkan terjadinya peningkatan arus modal keluar dari pasar saham,â ujar Suahasil.
Meski menghadapi berbagai tantangan, KSSK menilai fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menopang stabilitas sistem keuangan. Respons kebijakan yang adaptif juga dinilai berperan dalam menjaga ketahanan perekonomian di tengah ketidakpastian global.
Yusuf mendorong pemerintah memastikan stabilitas sistem keuangan dapat mendorong perbaikan ekonomi riil, bukan hanya tercermin dalam indikator sektor keuangan.
âJika konsumsi rumah tangga tetap lemah, kelas menengah terus tertekan, dan pertumbuhan hanya ditopang investasi padat modal, maka ekonomi bisa terlihat stabil dari atas tetapi semakin rapuh dari bawah,â katanya.
- Ketahanan Ekonomi
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Empat Tim Indonesia Lolos ke Babak Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall
-
Hardjuno: Pemerintah Mengaku Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas
-
Pesta Mangga Situbondo Jadi Momentum Dongkrak Harga dan Daya Saing Petani
-
Kronologi Pemotor Tewas Tabrak Pintu "Underpass" Metro Pondok Indah
-
Ratusan Polisi Disebar, Polda Gorontalo Gempur Operasi Patuh Otanaha 14 Hari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.