Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Bandung Petakan Wilayah Rawan Bencana

5 Kamis, 05 Nov 2026, 17:43 WIB | Oleh:
BPBD Bandung Petakan Wilayah Rawan Bencana BPBD Bandung Petakan Wilayah Rawan Bencana Doc: Humas Kota Bandung

BANDUNG - Memasuki musim penghujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Masyarakat di wilayah rawan diminta meningkatkan kesiapsiagaan serta memahami langkah evakuasi untuk mengurangi risiko bencana.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung, Didi Ruswandi, mengatakan sejumlah wilayah di Kota Bandung memiliki kerawanan terhadap bencana hidrometeorologi. Potensi tanah longsor umumnya berada di kawasan utara, mulai dari Cidadap hingga wilayah Cibiru dan Ujungberung.

Sedangkan potensi banjir tersebar di kawasan tengah hingga bagian utara Kota Bandung, baik wilayah barat maupun timur. Karena itu, upaya pemeliharaan infrastruktur drainase dan saluran air menjadi salah satu langkah penting untuk mengantisipasi dampak curah hujan tinggi.

“Sekarang proses pengerukan terus berjalan dilakukan oleh DSDABM (Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga). Mudah-mudahan itu bisa mengurangi dampak dari banjir,” ujar Didi di Balai Kota Bandung, Senin (2/11) lalu.

Didi menjelaskan, terdapat dua pendekatan utama dalam mitigasi bencana saat memasuki musim hujan. Pertama, dari sisi infrastruktur melalui pemeliharaan saluran air agar kapasitasnya tetap optimal dan tidak terganggu sampah maupun sedimentasi.

Kedua, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar sempadan sungai. Masyarakat perlu mengenali tanda-tanda kenaikan debit air yang berpotensi menyebabkan sungai meluap serta menyiapkan rencana evakuasi apabila kondisi darurat terjadi.

“Kenali ciri-ciri sungai ketika akan meluap. Kemudian, sudah punya rencana harus evakuasi ke mana dan bagaimana pengamanan asetnya,” ungkap dia.

Terkait kejadian dalam sepekan terakhir, Didi menyebut, terdapat dua kejadian tanah longsor. Salah satu kejadian yang memiliki risiko cukup besar terjadi di kawasan Cikalintu. Sedangkan kejadian di Cidadap berupa longsoran tebing dengan dampak yang relatif terbatas.

Adapun genangan air masih terjadi di sejumlah titik, di antaranya kawasan Margacinta dan Kopo. Di kawasan Kopo, tercatat sekitar tiga titik genangan saat hujan deras mengguyur Kota Bandung.

Menurut Didi, potensi hujan dengan intensitas tinggi masih perlu diwaspadai dalam beberapa pekan ke depan. Mengingat musim penghujan baru memasuki tahap awal, potensi bencana hidrometeorologi masih dapat terjadi.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan penanganan pemerintah, tetapi juga mempersiapkan langkah penyelamatan secara mandiri. Warga perlu mengenali jenis ancaman bencana di lingkungan masing-masing karena setiap jenis bencana membutuhkan pola evakuasi yang berbeda.

“Kalau angin kencang, masyarakat harus berlindung di dalam rumah. Sementara kalau gempa, harus keluar rumah. Jadi, kenali jenis bencananya karena pola evakuasinya berbeda,” tutur dia.

Selain itu, masyarakat diingatkan untuk tidak menerobos genangan air saat hujan deras karena kondisi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Gunung Merapi Berstatus Siaga, BPBD Sleman Tingkatkan Kesiapsiagaan Potensi Bencana

Gunung Merapi Berstatus Siaga, BPBD Sleman Tingkatkan Kesiapsiagaan Potensi Bencana

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.