BNPB Sebut Karhutla Masih Ancam Sejumlah Daerah
Kamis, 05 Nov 2026, 01:00 WIBJAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 10 kejadian bencana terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hingga Rabu (4/11). Data tersebut menambah akumulasi kejadian bencana nasional menjadi 2.295 kejadian, dibandingkan sehari sebelumnya sebanyak 2.285 kejadian.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Pandjaitan, menjelaskan sebagian laporan kejadian baru diterima. Dari sepuluh kejadian tersebut, enam merupakan kebakaran hutan dan lahan, dua cuaca ekstrem, satu banjir, serta satu tanah longsor.
"Sebagian kejadian sebenarnya sudah berlangsung beberapa waktu lalu, tetapi laporan baru kami terima sehingga sekarang dapat disampaikan kepada masyarakat," ujar dia dalam konferensi pers BNPB Kebakaran Hutan dan Lahan, Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (4/11).
BNPB mencatat kejadian cuaca ekstrem terjadi di Kabupaten Sumenep dan Brebes, sedangkan banjir melanda Kabupaten Pidie Jaya. Sementara itu, kejadian tanah longsor dilaporkan terjadi di Kabupaten Pasekan, berdasarkan laporan yang diterima BNPB.
Dalam perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan, BNPB mencatat 864 titik panas di sejumlah wilayah Indonesia. Luas lahan yang masih dalam penanganan mencapai 1.615 hektare, dengan beberapa provinsi menunjukkan peningkatan aktivitas kebakaran.
"Perhatian kami saat ini tertuju pada enam provinsi. Terutama daerah yang mengalami peningkatan titik api dan luas lahan penanganan," kata Berton.
Kalimantan Tengah menjadi salah satu wilayah perhatian setelah jumlah titik panas meningkat 50 persen menjadi 425 titik. Luas lahan yang ditangani mencapai 664 hektare, sedangkan Sumatera Selatan mencatat 60 titik panas atau meningkat 186 persen.
Di Sumatera Selatan, luas lahan yang sedang ditangani mencapai 105 hektare atau meningkat 66 persen. Sementara itu, Papua Selatan mencatat penurunan titik panas menjadi 120 titik dan luas penanganan mencapai 203 hektare.
BNPB juga mencatat 24 titik panas di Nusa Tenggara Timur, meskipun luas lahan penanganan meningkat menjadi 58 hektare. Di Jambi, jumlah titik panas mencapai 150 titik, meningkat 134 persen, sedangkan luas penanganan bertambah menjadi 403 hektare.
"Untuk Kalimantan Timur, titik panas turun menjadi 85. Tetapi luas lahan yang ditangani masih menunjukkan peningkatan," ucap Berton.
BNPB mengimbau pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah dengan kenaikan titik panas dan luasan lahan terbakar. Upaya penanganan perlu dimaksimalkan sejak dini agar kebakaran tidak meluas dan semakin sulit dikendalikan.
Dalam mendukung penanganan karhutla, BNPB mengoperasikan serta menyiagakan 47 unit helikopter di sejumlah provinsi. Penambahan armada dilakukan di Maluku Utara dan Sulawesi Tenggara, masing-masing satu unit, disertai penyesuaian penempatan berdasarkan kondisi lapangan.
Selain pengerahan armada udara, BNPB tetap melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu meningkatkan peluang hujan. Di Kalimantan Tengah, operasi telah melaksanakan enam sorti dengan penyemaian 10.600 kilogram bahan berupa es kering dan garam.
"Operasi modifikasi cuaca menghasilkan hujan ringan di Palangka Raya dan sejumlah kabupaten. Termasuk wilayah sekitar Taman Nasional Tanjung Puting," ujarnya.
Sementara itu, pelaksanaan OMC di Kalimantan Selatan dilakukan melalui dua sorti dengan penyebaran 100.800 kilogram natrium klorida. BNPB terus menyesuaikan operasi berdasarkan perkembangan cuaca dan kebutuhan penanganan karhutla di setiap wilayah. ils/I-1
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
- Karhutla
- Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Tom Cruise akan Menerima Lifetime Achievement Award dari American Film Institute
-
Penegakan Hukum Karhutla
-
BNPB Tingkatkan Kapasitas Jurnalis Jawa Timur Jadi Garda Depan Edukasi Bencana
-
Dinsosnakertrans Yogyakarta Lepas Dua Keluarga untuk Program Transmigrasi 2026
-
Operator SPBU 34.152.06 Bintaro Dipecat, Ini Penjelasan Pertamina
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.