Tingkatkan Produksi Pangan Lokal, Pemkot Batam Siapkan Lahan 40 Hektare untuk Cabai, Jagung, dan Sayuran
Rabu, 04 Nov 2026, 13:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
BATAM – Pemerintah Kota (Pemkot) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menyiapkan lahan seluas 40 hektare untuk penanaman cabai, jagung pipil, serta sayuran jenis bayam dan kangkung guna meningkatkan produksi pangan lokal.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam Mardanis mengatakan pengembangan tersebut mencakup 20 hektare lahan untuk cabai, 10 hektare untuk jagung pipil, serta 10 hektare untuk sayuran bayam dan kangkung.
“Jadi, ada 40 hektare yang kini digarap oleh petani lokal, kami beri sarana dan prasarana untuk mendukung pengembangan di wilayah Barelang dan juga Nongsa,” katanya di Batam, Rabu (04/11).
Ia mengatakan penanaman cabai dan sayuran di lahan pengembangan masih dalam tahap pertumbuhan.
Panen perdana diperkirakan mulai terlihat pada akhir Desember 2026, bergantung pada proses persiapan lahan dan penanaman.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kita perkirakan untuk panen mungkin di akhir Desember. Kan prosesnya cukup memakan waktu dan untuk cabai ada tahap pengolahan lahan, pemasangan dan lain-lain,” kata dia.
Selain itu, DKPP Batam juga menjalankan program pemberdayaan kelompok wanita tani (KWT) melalui penanaman cabai di pekarangan rumah.
“Pada tahun ini ada 85 KWT yang mendapatkan bantuan dan pelatihan dari dinas untuk mengembangkan tanaman cabai. Setiap kelompok ada sekitar 30 anggota, jadi total kami bantu 2.550 rumah tangga,” katanya.
Setiap rumah tangga dalam kelompok tersebut diberikan 10 polybag untuk ditanami cabai.
Mardanis mengatakan pelatihan dan pendampingan dari DKPP Batam mencakup bantuan sarana produksi dan pelatihan agar tanaman dapat dirawat hingga menghasilkan.
“Hasil panen dari pekarangan KWT dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Namun, jika ada lebih kan juga bisa dijual,” kata dia.
Ia mengatakan untuk sementara, KWT dapat menghasilkan cabai merah.
“Jika mereka pintar merawat, satu batang pohon bisa dapat sekilo dalam satu kali panen, kalau punya 10 polybag kan bisa 100 kilo, ini sudah sangat cukup untuk satu tahun,” katanya.
Mardanis menyebut kebutuhan cabai masyarakat Batam mencapai sekitar 15 ton per hari.
Dari lahan pengembangan seluas 20 hektare, produksi diperkirakan dapat mencapai sekitar satu ton per hari saat masa panen.
“Paling tidak itu intervensi. Kalau dampak terhadap inflasi atau harga cabai, mungkin belum ada. Produksi lokal masih belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan cabai di Batam, tetapi ini menjadi salah satu upaya menambah pasokan,” kata Mardanis.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!