Realisasi Program Bantuan, Menko Pangan Salurkan Bantuan Beras pada 248 Penerima di Batam

Rabu, 04 Nov 2026, 12:28 WIB

BATAM – Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan menyalurkan bantuan pangan beras kepada 248 penerima di Kelurahan Baloi Permai, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) sebagai bagian dari realisasi program bantuan pangan periode Oktober–Desember 2026.

Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah telah menyelesaikan penyaluran bantuan pangan untuk periode Juli–September kepada masyarakat. Kemudian dilanjutkan untuk periode Oktober–Desember dengan sasaran sebanyak 33,2 juta penerima secara nasional.

Ket. Foto: Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kanan) memberi bantuan pangan pada penerima bantuan pangan pengemudi ojol di Batam, Kepri, Rabu (4/11/2026). — Sumber: ANTARA

“Untuk tiga bulan ini diberikan 30 kilogram, masing-masing 10 kilogram per bulan, tetapi disalurkan sekaligus untuk penerima yang berada di desil 1–4,” katanya di Batam, Rabu.

Ia menjelaskan bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, terutama menjelang akhir tahun.

“Seperti kita tahu akhir tahun kan musim kemarau dan harga beras mengalami sedikit kenaikan, maka dari itu pemerintah persiapkan bantuan beras,” katanya.

Selain bantuan langsung, pemerintah juga menyediakan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga Rp13.100 per kilogram atau Rp65.500 untuk kemasan lima kilogram, sesuai harga eceran tertinggi (HET) di Kepri.

“Jadi untuk masyarakat mampu dan tidak masuk dalam kelompok sasaran bantuan langsung, yakni desil 1-4, dapat membeli beras SPHP dengan harga yang disubsidi oleh pemerintah,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat yang masuk desil 1–4 tetapi belum menerima bantuan agar mendatangi kantor Bulog untuk memperoleh bantuan beras terlebih dahulu.

Dalam kesempatan itu, Menko Zulkifli turut menjelaskan upaya pemerintah mengoptimalkan pemanfaatan stok beras Bulog yang telah disimpan lebih dari satu tahun dan mengalami perubahan warna sehingga tidak lagi layak dikonsumsi sebagai beras.

“Beras ini dapat diolah menjadi tepung sebagai bahan baku bihun, kue, dan produk pangan lainnya dengan harga sekitar Rp11.000 per kilogram,” katanya.

Untuk menjaga pasokan pakan ternak, pemerintah juga menyiapkan stok jagung sekitar 100.000-150.000 ton yang dilelang dengan harga Rp5.500 per kilogram.

“Langkah ini agar harga pangan tidak terlalu tinggi, karena harga jagung di pasar berada pada kisaran Rp7.000-Rp7.500 per kilogram. Jadi kami lelang stok jagung untuk memenuhi kebutuhan peternak ayam,” katanya.

Salah satu penerima bantuan Yosina mengatakan bantuan beras tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangganya.

“Ini sangat membantu. Kemarin kami mengecek desil melalui kelurahan. Sebelumnya juga menerima bantuan beras pada periode Juli–September 2026,” kata dia.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.