Menperin Bidik Industri Baru dengan Mendorong Hilirisasi Sawit hingga Rumput Laut

Rabu, 04 Nov 2026, 19:01 WIB

JAKARTA – Pemerintah mendorong pengembangan industri hilir berbasis komoditas unggulan nasional, mulai dari kelapa sawit, kelapa, rumput laut hingga sagu. Langkah ini dilakukan untuk menciptakan industri baru sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.

Menteri Perindustrian, Sarmuji, mengatakan Indonesia memiliki keunggulan sumber daya alam yang tidak dimiliki atau tidak melimpah di negara lain. Potensi tersebut perlu dimaksimalkan melalui pengembangan industri pengolahan dan produk turunan.

Ket. Foto: Menteri Perindustrian Sarmuji — Sumber: RRI/ Ryan Suryadi

“Kita punya keunggulan yang khas, misalkan kelapa sawit. Industri turunan kelapa sawit harus kita maksimalkan dan harus memiliki prinsip circular economy, kalau bisa zero waste,” kata Sarmuji saat menghadiri pameran Sial InterFOOD di PIK 2, Kabupaten Tangerang, Rabu (4/11).

Menurut dia, pengembangan industri berbasis kelapa juga memiliki prospek besar mengingat Indonesia mempunyai sumber daya kelapa yang melimpah. Pemerintah mendorong komoditas tersebut bisa diolah menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Selain itu, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri rumput laut. Wilayah pesisir yang panjang serta banyaknya pulau menjadi modal untuk memperluas budidaya komoditas tersebut.

Menariknya, pemanfaatan rumput laut juga berpeluang dikembangkan hingga sektor energi. Sarmuji mengungkapkan terdapat jenis rumput laut yang dapat dibudidayakan di perairan darat dan berpotensi menjadi bahan baku bahan bakar nabati.

“Bahkan ada satu jenis rumput laut yang tidak hanya bisa ditanam di pantai, tapi juga bisa ditanam di perairan darat. Bukan hanya bisa diproduksi menjadi sumber makanan, bahkan penelitian sudah sampai dia bisa menghasilkan, bisa dijadikan biofuel,” ujar Sarmuji.

Potensi tersebut membuka peluang diversifikasi industri berbasis sumber daya laut. Namun, pengembangannya membutuhkan dukungan riset, inovasi, teknologi pengolahan, serta investasi agar dapat menghasilkan produk komersial.

Pemerintah juga membidik pengembangan industri berbasis sagu yang banyak tersedia di wilayah Indonesia Timur, khususnya Maluku dan Papua. Pengembangan berbagai komoditas tersebut diharapkan dapat memperluas basis industri nasional sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Sarmuji menegaskan strategi industrialisasi tidak boleh berhenti pada aktivitas menjual komoditas mentah. Penguatan hilirisasi dan riset diperlukan agar keunggulan sumber daya alam Indonesia dapat bertransformasi menjadi keunggulan industri yang kompetitif.

“Strateginya tentu bukan hanya menjual komoditas, tetapi perlu memperdalam hilirisasi, memperkuat riset dan inovasi. Sehingga keunggulan sumber daya alam kita tadi itu bisa kita ubah dari keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif,” pungkas dia. ils/I-1

  • Menperin

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.