Liga Champions: Laga Kontra Manchester City Jadi Tolok Ukur Kebangkitan Leipzig
Rabu, 04 Nov 2026, 09:01 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: Goal
LEIPZIG – Pelatih RB Leipzig Martin Demichelis mendapat kesempatan istimewa untuk membuktikan kapasitasnya ketika menjamu Manchester City dalam lanjutan Liga Champions, Kamis (5/11) dini hari WIB. Laga ini sekaligus menjadi reuni dengan klub yang pernah dibelanya selama tiga musim dan mengantarnya meraih gelar Liga Inggris 2013-2014 serta dua trofi Piala Liga.
Kini, di usia 45 tahun, mantan bek tengah asal Argentina itu berambisi membawa Leipzig kembali disegani di Eropa. Penunjukannya oleh mantan petinggi Red Bull, Jurgen Klopp, sempat menuai kontroversi karena harus mengorbankan Ole Werner, pelatih yang sukses mengembalikan Leipzig ke Liga Champions.
Namun, Klopp dan manajemen klub yakin dengan kemampuan Demichelis. Meski musim lalu gagal menyelamatkan Mallorca dari degradasi di Liga Spanyol, dia dinilai memiliki potensi setelah memperlihatkan peningkatan performa tim yang ditanganinya.
Awal kiprahnya di Leipzig memang tidak mudah. Kekalahan 1-4 dari Como di Liga Champions dan kekalahan telak 1-6 dari Bayern Munich sempat mengguncang tim. Namun, tiga kemenangan beruntun kemudian mengembalikan kepercayaan diri Leipzig. Mereka kini hanya terpaut tiga poin dari puncak klasemen Bundesliga.
Masalahnya, performa di Eropa belum meyakinkan. Leipzig baru meraih satu kemenangan dari tiga pertandingan dan berada di posisi ke-29 klasemen yang dihuni 36 tim. Kemenangan atas City menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga peluang melangkah lebih jauh.
Sebaiknya Anda baca juga:
City sendiri tidak datang dalam kondisi terbaik. Dalam tiga pertandingan terakhir, tim asuhan Enzo Maresca dua kali kalah dan sekali menang melalui adu penalti. Tekanan juga membayangi klub akibat ancaman sanksi terkait dugaan pelanggaran aturan keuangan.
Bek Leipzig Maxime Esteve menilai Demichelis telah membawa aura kompetitif yang kuat ke dalam tim. Bahkan dalam sesi latihan, pelatih itu selalu menunjukkan keengganan untuk kalah.
"Dia sangat kompetitif. Ketika ada sesuatu yang tidak berjalan sesuai keinginannya, terlihat jelas dia sedikit marah. Aura persaingannya masih sangat terasa," ujar Esteve.
Sebaiknya Anda baca juga:
Demichelis sendiri pernah bekerja di bawah sejumlah pelatih besar, termasuk Louis van Gaal, Manuel Pellegrini, Diego Simeone, dan idolanya, Diego Maradona. Esteve melihat karakter kepelatihannya mengingatkan pada Vincent Kompany, mantan pemain City yang kini menangani Bayern Munich.
Keduanya dikenal energik, perfeksionis, dan gemar memperhatikan detail permainan.
Menghadapi City, perhatian Leipzig tentu tertuju kepada Erling Haaland. Esteve, yang pernah menghadapinya di Liga Inggris, menyebut penyerang asal Norwegia itu sebagai striker terbaik dunia.
"Kekuatannya luar biasa, cepat, dan sangat bagus dalam duel udara. Dia memiliki semua kualitas untuk menjadi pemain yang menakutkan," kata Esteve.
Leipzig hanya sekali menang dalam enam pertemuan dengan City. Karena itu, Demichelis membutuhkan lebih dari sekadar kenangan manis bersama mantan klubnya. Dia harus membuktikan bahwa mentalitas kompetitif yang dibangunnya mampu menjadi modal untuk menaklukkan salah satu kekuatan terbesar Eropa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!