Jangan Asal Minum! Suhu Air Ternyata Perlu Disesuaikan dengan Kebutuhan Tubuh
Rabu, 04 Nov 2026, 09:17 WIB | Oleh: Marcellus Widiarto
Doc: Antara foto
JAKARTA - Meminum air sepanjang hari sangat penting bagi kesehatan tubuh karena air terlibat dalam hampir setiap proses biologis yang kita lalui.
Jika kita kurang mengonsumsi air, dehidrasi dapat terjadi dan menyebabkan keluhan seperti sakit kepala, kelelahan, sembelit dan masih banyak lagi.
Institut Kedokteran (IOM) merekomendasikan agar wanita dewasa mengonsumsi 2 sampai 2,7 liter air per hari dan pria dewasa mengonsumsi antara 2,5 hingga 3,7 liter per hari. Kita juga dapat memenuhi kebutuhan air dengan mengonsumsi makanan kaya air seperti buah-buahan dan sayuran.
Meski demikian, suhu air yang diminum sebenarnya tidak terlalu mempengaruhi seberapa terhidrasinya tubuh kita. Dalam siaran Health pada Selasa (3/11) waktu setempat, baik air dingin maupun air hangat yang dikonsumsi sama-sama tetap menghidrasi tubuh.
Hanya saja penggunaannya perlu disesuaikan dengan situasi tertentu. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa air dingin dapat membantu menurunkan suhu tubuh saat kepanasan seperti saat berolahraga di cuaca panas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam studi tahun 2025 menemukan bahwa minum air dingin menurunkan suhu inti tubuh dan kulit lebih efektif daripada air hangat pada orang yang berolahraga di suhu panas dan membantu peserta studi merasa lebih nyaman di tengah panas.3
Sementara air hangat dapat meredakan gejala seperti sakit tenggorokan dan hidung tersumbat ketika sedang flu atau pilek.
Beberapa penelitian lama menunjukkan bahwa minum minuman panas dapat meningkatkan rasa lega pada saluran hidung dan memberikan bantuan sementara dari gejala seperti pilek, batuk, bersin, sakit tenggorokan, menggigil, dan kelelahan lebih efektif daripada minuman yang sama yang disajikan pada suhu ruangan.
Meneguk secangkir air hangat atau teh juga dapat terasa nyaman saat kita merasa tidak enak badan dan meredakan gejala seperti sakit kepala.
Jika merasa kedinginan, minum air hangat atau panas mungkin merupakan pilihan yang lebih baik daripada air dingin. Studi menunjukkan bahwa minuman tersebut dapat mengurangi menggigil dan meningkatkan kenyamanan atau kinerja fisik dalam cuaca dingin.
Meskipun minum lebih banyak air secara umum dapat membantu menurunkan berat badan, suhu air Anda tidak terlalu berpengaruh seperti yang dipikirkan sebagian orang.
Meskipun air dingin telah terbukti meningkatkan laju metabolisme sekitar 4,5 persen, efeknya sangat kecil, jangka pendek, dan memiliki sedikit dampak pada pembakaran kalori secara keseluruhan.
Karena tidak ada bukti bahwa minum air dingin lebih efektif untuk menurunkan berat badan daripada air suhu ruangan atau air hangat, Anda harus memilih suhu apa pun yang membantu Anda minum paling banyak dan tetap terhidrasi secara optimal, yang merupakan kunci untuk keseimbangan energi.
Studi menunjukkan bahwa orang yang dehidrasi cenderung memiliki BMI yang lebih tinggi dan lebih mungkin mengalami obesitas dibandingkan dengan orang yang terhidrasi dengan baik. Selain itu, minum lebih banyak air dapat membantu Anda mengonsumsi lebih sedikit kalori, menciptakan defisit kalori yang dibutuhkan untuk mengurangi lemak tubuh berlebih.8
Meskipun suhu air biasanya tidak berpengaruh pada hidrasi atau kesehatan secara keseluruhan, ada beberapa situasi di mana satu pilihan mungkin lebih baik. Air dingin atau sejuk dapat meningkatkan kenyamanan termal dan membantu pengaturan suhu selama berolahraga atau kerja fisik.
Bagi orang dengan gangguan menelan atau kondisi esofagus, suhu air dapat memengaruhi kenyamanan dan kemudahan menelan bagi orang dengan beberapa kondisi medis, seperti gangguan motilitas esofagus.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!