Industri Makanan Olahan Unjuk Gigi, Ekspor Tembus Pertumbuhan 13,47 Persen

Rabu, 04 Nov 2026, 22:15 WIB

JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengatakan kinerja ekspor makanan olahan nasional menunjukkan pertumbuhan 13,47 persen sepanjang Januari-Agustus 2026 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

“Pada periode Januari-Agustus 2026, nilai ekspor makanan olahan Indonesia mencapai 4,49 miliar dolar AS, meningkat 13,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi dalam keterangan SIAL Food & Drinks Indonesia di Jakarta, Rabu (4/11).

Ket. Foto: Ilustrasi-Produk-produk makanan dan minuman Indonesia dalam pameran Gulfood 2026 di Uni Emirat Arab (UEA) pada 26-30 Januari 2026. — Sumber: ANTARA/ HO-Kemendag.

Lebih lanjut, Fajarini mengatakan pertumbuhan ini menunjukkan semakin kuatnya daya saing produk makanan Indonesia di pasar global, sekaligus membuka peluang untuk memperluas jangkauan pasar internasional.

“Indonesia memiliki potensi besar dalam industri makanan dan minuman, sebagaimana tercermin dari kinerja ekspor makanan olahan nasional yang terus menunjukkan pertumbuhan positif,” ujar dia.

Lebih lanjut, ia mengatakan pameran seperti SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 sebagai platform strategis untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan mitra internasional.

Pameran ini juga menjadi momentum untuk memperluas akses pasar dan memperkuat daya saing produk makanan dan minuman Indonesia di pasar global.

Berlangsung pada 4–6 November 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, pameran dagang industri makanan dan minuman (food and beverage/F&B) ini menghadirkan lebih dari 500 merek dari 16 negara dan wilayah, sekaligus mempertemukan produsen, pemasok, distributor, peritel, serta pembeli profesional dari Indonesia dan berbagai pasar internasional.

Melalui platform business-to-business/B2B, SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 menghubungkan para pemangku kepentingan di sepanjang rantai industri F&B.

Platform ini membuka peluang untuk memperluas jejaring perdagangan, menjajaki kemitraan strategis, memfasilitasi pertukaran produk dan teknologi, serta memperkuat akses ke pasar lintas negara.

“Kehadiran SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 dapat kita jadikan momentum untuk membangun hubungan bisnis jangka panjang dan menghasilkan kerja sama yang konkret,” kata Fajarini.

Sementara itu, Managing Director SIAL Network – ASEAN & India, Henri Tan, menyampaikan bahwa industri makan dan minum Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, didukung oleh pasar domestik yang luas, sumber daya pertanian yang melimpah, serta ekosistem kewirausahaan yang dinamis.

Ia menekankan peran pameran ini dalam menjembatani pelaku usaha lokal dengan peluang pasar global.

“Di sinilah peran SIAL Network sebagai jembatan dua arah, yang menghubungkan produsen Indonesia dengan pembeli dan mitra bisnis internasional, sekaligus memperkenalkan peluang bisnis di Indonesia kepada pelaku usaha global,” ujar Henri.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.