Cegah Gagal Panen, Karantina Jambi Intensifkan Pemantauan Hama Tanaman Pangan.
Rabu, 04 Nov 2026, 12:08 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Doc: Antara Foto
Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Jambi melaksanakan kegiatan pemantauan daerah terhadap penyebaran organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) secara intensif di sentra tanaman pangan dan hortikultura Provinsi Jambi agar petani lokal tidak gagal panen.
"Kegiatan berlangsung selama lima bulan mulai Juni hingga Oktober 2026, dengan menyasar tujuh kabupaten sentra yakni Muaro Jambi, Batang Hari, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Bungo, Sarolangun, dan Kerinci," kata Staf Karantina Jambi Mulia MH di Jambi, Rabu.
Pemantauan tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi akurat mengenai keberadaan dan penyebaran termasuk organisme pengganggu tumbuhan (OPT) baru di Indonesia.
Karantina Jambi menyebutkan upaya preventif ini merupakan langkah strategis untuk menjamin produk pertanian Jambi terbebas dari OPTK, menjaga kedaulatan wilayah dari ancaman biologis, dan mendukung agenda ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.
Pada pelaksanaannya, Karantina Jambi memberikan atensi khusus pada komoditas semangka. Fokus utama pengawasan adalah Cucumber green mottle mosaic virus (CGMMV) yang termasuk OPTK Golongan A1. Virus ini menjadi prioritas tertinggi karena memiliki siklus penyakit yang kompleks, vektor penularan yang efisien, sumber infeksi yang luas, serta berpotensi menyebabkan gagal panen secara masif apabila tidak dideteksi sejak dini.
Sebaiknya Anda baca juga:
"CGMMV kami jadikan prioritas karena risikonya sangat tinggi terhadap produksi semangka. Deteksi dini menjadi kunci agar tidak menyebar luas dan merugikan petani," ujar Mulia.
Di samping fokus pada CGMMV, tim ahli di lapangan juga melakukan pengawasan komprehensif terhadap target OPTK strategis lainnya. Untuk komoditas jagung meliputi Peronosclerospora spp, Cicadulina bipunctata (A2), Pantoea stewartii subsp, stewartii (A2), Dickeya zeae (A2), dan Pantoea ananatis (A2).
Kemudian, untuk singkong Phenacoccus manihoti (A2), cabai Phenacoccus solenopsis (A2), terung Phomopsis vexans (A2) dan bawang merah.
"Kegiatan pemantauan ini merupakan implementasi dari pelindungan maksimal, pelayanan optimal yang diusung Karantina Jambi dalam menjaga keamanan hayati dan mendukung ketahanan pangan di Provinsi Jambi," kata Mulia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!