- Home
-
- Luar Negeri
-
- Warga AS hingga Jepang Jad...
Warga AS hingga Jepang Jadi Korban Tewas Tabrakan Kereta Spanyol, Total 69 Orang dari Banyak Negara Meninggal
Selasa, 03 Nov 2026, 00:00 WIBMADRID â Kecelakaan maut yang melibatkan dua kereta cepat di Spanyol tidak hanya merenggut puluhan nyawa warga setempat. Sejumlah warga negara asing, mulai dari Amerika Serikat, Jepang, Kanada hingga Argentina, juga termasuk dalam daftar korban meninggal dunia.
Otoritas Spanyol mengonfirmasi sedikitnya 69 orang tewas dalam tragedi tabrakan kereta yang terjadi pada Rabu pekan lalu di dekat Desa Urda, sekitar 130 kilometer sebelah selatan Madrid.
Dari jumlah tersebut, 54 korban merupakan warga negara Spanyol. Sementara itu, korban lainnya berasal dari sejumlah negara, termasuk empat warga Amerika Serikat serta masing-masing satu warga Kanada, Jepang, Argentina, Meksiko, Tunisia, dan Republik Ceko.
Dari The Guardian, kepastian identitas para korban asing tersebut diumumkan badan khusus yang dibentuk pemerintah Spanyol untuk menangani proses identifikasi jenazah. Tim yang terdiri dari kepolisian dan ahli forensik itu bekerja mengidentifikasi korban, termasuk melalui pemeriksaan bagian-bagian tubuh yang ditemukan di lokasi kecelakaan.
Sebelumnya, otoritas juga telah mengonfirmasi meninggalnya seorang warga Prancis dan seorang warga Portugal.
Meski sebagian besar korban telah berhasil diidentifikasi, proses pencarian dan pendataan belum sepenuhnya selesai. Hingga Minggu malam, masih terdapat tiga laporan orang hilang yang dinyatakan aktif. Mereka terdiri dari dua warga Australia dan seorang warga Jepang.
Pihak berwenang menjelaskan proses identifikasi ketiga korban masih menunggu kedatangan keluarga mereka ke Spanyol. Keluarga tersebut menginginkan identifikasi dilakukan secara langsung.
Tragedi ini menjadi salah satu kecelakaan kereta paling mematikan di Eropa dalam abad ini. Peristiwa tersebut juga menambah daftar panjang kecelakaan transportasi kereta di Spanyol sepanjang 2026.
Insiden bermula ketika kereta milik operator negara Renfe menabrak bagian belakang kereta milik perusahaan swasta Iryo yang sedang berhenti di dekat Desa Urda.
Kecelakaan itu kembali memunculkan pertanyaan mengenai sistem keselamatan perkeretaapian Spanyol. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kegagalan sistem keselamatan otomatis yang seharusnya menghentikan seluruh kereta di jalur sepanjang 63 kilometer.
Namun, pusat kendali justru mengizinkan kereta Renfe melanjutkan perjalanan ketika kereta lainnya masih dalam kondisi berhenti.
Penyelidikan kini menjadi perhatian publik, terutama terkait bagaimana sistem pengamanan dan pengendalian perjalanan kereta bisa gagal mencegah tabrakan mematikan tersebut.
Insiden ini juga menjadi kecelakaan kereta cepat kedua di Spanyol sepanjang tahun ini. Sebelumnya, kecelakaan di wilayah Andalusia pada Januari lalu menewaskan 46 orang.
Dengan dua tragedi besar dalam kurun waktu kurang dari setahun, keselamatan transportasi kereta api kini menjadi sorotan serius di Spanyol.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Jelang MotoGP Australia 2026, Marc Marquez Ogah Pasang Target Muluk di Phillip Island, Puas Performa di GP Indonesia
-
Produk Kecantikan RI Unjuk Gigi di Dubai, Peluang Ekspor Rp39,8 Miliar
-
Dorong Ekonomi Sirkular, XLSMART Bawa #ByeByeBox untuk Kelola E-Waste ke ITB
-
Jamu Persik Kediri di Jalak Harupat, Persib Bandung Targetkan Kemenangan
-
TNI Sediakan 30.000 Porsi Makan Gratis Untuk Masyarakat Di Monas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.