Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Puluhan Ton Ikan Mati, Kualitas Lingkungan Waduk Saguling Dipertanyakan

3 Selasa, 03 Nov 2026, 22:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Puluhan Ton Ikan Mati, Kualitas Lingkungan Waduk Saguling Dipertanyakan Puluhan Ton Ikan Mati, Kualitas Lingkungan Waduk Saguling Dipertanyakan Doc: ANTARA/ Ilham Nugraha.
Ket. Salah satu Keramba Jaring Apung (KJA) Waduk Saguling yang mengalami mati massal akibat fenomena upwelling yang dipicu perubahan cuaca ekstrem di Bandung Barat, Jabar, Selasa (3/11/2026).

BANDUNG BARAT – Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mencatat sebanyak 22,12 ton ikan mas di Keramba Jaring Apung (KJA) Waduk Saguling mati massal akibat fenomena upwelling yang dipicu perubahan cuaca secara ekstrem.

Kepala Dispernakan KBB Wiwin Aprianti mengatakan kematian ikan terjadi setelah hujan terus-menerus memicu limpasan material limbah dari sungai ke badan waduk sehingga menyebabkan penurunan kualitas air dan kadar oksigen terlarut.

"Berdasarkan laporan yang diterima, total ada 22,12 ton ikan yang mati akibat 'upwelling'," kata Wiwin saat dikonfirmasi di Bandung Barat, Selasa (3/11).

Berdasarkan pendataan pengepul dan pembudidaya, kematian ikan tersebar di tujuh titik KJA dengan lokasi terdampak paling parah berada di Blok Ugrem, Kecamatan Cililin, dengan jumlah ikan mas mati mencapai 15 ton.

Kematian ikan juga tercatat di Blok Bongas sebanyak dua ton, Blok Cikadu tiga ton, Blok Balong dua ton, Blok Pakuwon di Desa Jati 50 kilogram, Blok Cijati di Desa Saguling 30 kilogram, serta Blok Mariuk di Desa Girimukti 40 kilogram.

Wiwin mengatakan peristiwa tersebut menimbulkan kerugian ekonomi bagi pembudidaya sehingga diperlukan penanganan segera untuk menyelamatkan ikan yang masih hidup sekaligus mencegah pencemaran perairan akibat bangkai ikan.

"Pembudidaya harus segera memisahkan ikan yang masih hidup dari bangkai ikan yang mati, kemudian memindahkannya ke wadah pemeliharaan terpisah untuk dibesarkan atau segera dipanen," katanya.

Dispernakan KBB juga meminta pembudidaya segera mengangkat bangkai ikan dari area KJA dan menguburnya di lokasi yang jauh dari sumber air serta permukiman guna mencegah pembusukan dan pencemaran lanjutan.

Sebagian ikan yang masih memenuhi standar keamanan pangan dapat dimanfaatkan untuk konsumsi, sedangkan ikan yang tidak layak konsumsi dapat diolah sebagai bahan baku pakan ternak dengan memperhatikan kelayakan pengolahannya.

Wiwin mengimbau pembudidaya mengurangi kepadatan ikan melalui panen sebagian, membatasi pemberian pakan menjelang terjadinya umbalan, serta menghentikan pemberian pakan ketika fenomena tersebut berlangsung.

"Jika memungkinkan, dapat dilakukan pemberian aerasi tambahan di wadah pemeliharaan ikan. Kami mengimbau kepada semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam pengelolaan budidaya ikan," kata Wiwin.

Sebagai langkah lanjutan, Dispernakan KBB mengimbau pembudidaya meningkatkan pemantauan kondisi perairan dan kepadatan tebar ikan, terutama saat terjadi perubahan cuaca ekstrem, guna mengantisipasi kejadian serupa serta menjaga keberlanjutan usaha budidaya ikan di Waduk Saguling.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Luar Negeri
Polandia Memanas, Tuduhan K...
Advertisement
Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri   

Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri  

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.