Pemprov Jateng Alokasikan Rp65,5 Miliar untuk Irigasi Pertanian di 25 Kabupaten

Selasa, 03 Nov 2026, 20:10 WIB

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan anggaran sebesar Rp65,5 miliar pada 2026 untuk merehabilitasi 334 titik jaringan irigasi tersier dan membangun 75 titik irigasi perpipaan di 25 kabupaten. 

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, di Kabupaten Semarang, Selasa (3/11), menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur irigasi harus memberikan manfaat langsung kepada petani, terutama di wilayah yang membutuhkan pasokan air untuk kegiatan pertanian.

Ket. Foto: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menghadiri Parade Alat dan Mesin Pertanian di Lapangan Tarubudoyo, Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (3/11). — Sumber: ANTARA/HO-Pemprov Jateng

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ketersediaan air bagi lahan pertanian, sekaligus mendukung produktivitas pangan.

"Skala prioritasnya adalah irigasi-irigasi yang langsung bersentuhan dengan pertanian di wilayah kita," katanya, saat menghadiri Parade Alat dan Mesin Pertanian di Lapangan Tarubudoyo, Ungaran, Kabupaten Semarang.

Ia juga meminta kelompok tani dan gabungan kelompok tani (gapoktan) berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan pemanfaatan jaringan irigasi berjalan optimal.

"Rekan-rekan gapoktan nanti tolong lakukan koordinasi dengan para bupati dan wali kotanya. Wilayah mana yang sudah dimasuki, kemudian sesuai perintah saya, harus dirawat," katanya.

Selain pembangunan jaringan irigasi, ia menyebut pemerintah kabupaten/kota telah melakukan pemetaan kebutuhan air pertanian sebagai bagian dari antisipasi kekeringan.

"Dampak kekeringan pun sudah kita mitigasi. Bupati dan wali kota lewat dinas pertaniannya sudah melakukan mitigasi, mana yang sumurisasi, mana yang pipanisasi, mana tanah tadah hujan," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jateng Opik Mahendra menjelaskan program tersebut mencakup rehabilitasi 334 titik jaringan irigasi tersier serta pembangunan 75 titik irigasi perpipaan.

"Total anggaran yang dikeluarkan adalah Rp65,5 miliar. Apabila dikonversikan berdasarkan panjang pekerjaan, program tersebut setara dengan pembangunan dan rehabilitasi sekitar 50 kilometer jaringan irigasi," katanya.

Adapun panjang jaringan di setiap lokasi berbeda-beda, menyesuaikan kebutuhan dan kondisi lahan pertanian setempat.

Saat ini, kata dia, pekerjaan masih dalam proses pengadaan dan pelaksanaan konstruksi. Pemerintah provinsi menargetkan sejumlah titik rehabilitasi dapat diresmikan pada akhir 2026.

  • pemprov jateng
  • ahmad luthfi
  • irigasi pertanian
  • dinas pertanian jateng

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.