Menaker Sentil Dunia Usaha, Produktivitas Tak Boleh Jalan Sendiri
Selasa, 03 Nov 2026, 22:00 WIBJAKARTA â Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menekankan bahwa peningkatan produktivitas perusahaan harus diiringi kemampuan menghasilkan produk berkualitas yang sesuai kebutuhan pasar.
Menaker dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (3/11), menilai, keselarasan tersebut menjadi kunci menciptakan nilai tambah dan memperkuat daya saing industri nasional.
âPeningkatan produktivitas ini tidak akan berdampak nyata jika pasarnya tidak mampu menyerap produk tersebut,â ujar dia.
Lebih lanjut, Yassierli menyatakan produktivitas tidak cukup dibangun lewat perbaikan proses produksi di internal pabrik atau kantor.
Perusahaan juga perlu menerapkan pendekatan 4P+1M, yaitu proses kerja (process), kualitas produk (product), kompetensi sumber daya manusia (people), kebijakan perusahaan (policy), dan pemasaran (marketing).
Dari kelima unsur itu, Menaker menilai pemahaman terhadap kebutuhan pasar perlu mendapat perhatian khusus. Peningkatan kapasitas produksi tidak akan bermakna jika perusahaan gagal membaca peluang dan memastikan produknya memiliki pasar yang jelas.
Ia juga menegaskan bahwa setiap pendampingan produktivitas harus menghasilkan manfaat ekonomi yang terukur.
Pendekatan pendampingan yang terukur dan terstruktur, kata dia, diharapkan menjadi landasan untuk memperluas cakupan program. Jika proyek percontohan ini berhasil, pendampingan direncanakan diperluas ke lebih banyak perusahaan tahun depan.
âJika saat ini pendampingan baru menjangkau puluhan perusahaan, ke depannya program tersebut harus mencakup ribuan bahkan ratusan ribu perusahaan,â ujar Yassierli.
Adapun Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melakukan pendampingan peningkatan produktivitas sebagai proyek percontohan (pilot project) baru berupa intervensi pemerintah kepada 20 perusahaan agar produktivitasnya meningkat.
Pendampingan berjalan sejak September, dan pada evaluasi ini sejumlah perusahaan memaparkan progres selama dua bulan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Darmawansyah mengatakan peningkatan produktivitas perusahaan merupakan bagian dari upaya Kemnaker memperkuat sisi permintaan tenaga kerja (demand).
Upaya itu berjalan beriringan dengan penguatan sisi penawaran sumber daya manusia (supply) melalui pelatihan vokasi dan pemagangan.
âJadi, kita melakukan intervensi dari sisi supply melalui pelatihan vokasi dan pemagangan, kemudian dari sisi demand melalui peningkatan produktivitas perusahaan,â kata Darmawansyah.
- produktivitas kerja
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pasien Terlalu Padat, Pemerintah Kabupaten Lamongan Buka Puskesmas Baru
-
Ambisi Adopsi AI di Indonesia Terhambat Kesiapan Digital dan Pengalaman Karyawan
-
Riset: Bukan Cuma Gaji, Teman Kerja Jadi Faktor Kebahagiaan Pekerja Indonesia
-
Polisi Tindak Lanjuti Dugaan Aksi Perundungan Siswi di SMPN 10 Ciputat
-
Emil Audero Mendapat "Guard of Honour" Usai Menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.