Yuk “Jelong-jelong” ke Tujuh Pulau lewat Tour de EnTeTe

Senin, 02 Nov 2026, 00:15 WIB

KUPANG - Mungkin melihat kesuksesan Camino de Flores: The Sacred Journey of Flores, maka Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menggelar “piknik massal” bernama Tour de EnTeTe 2026. Program ini menggabungkan olahraga jalan kaki dan lari lintas tujuh pulau dengan kegiatan sosial, promosi potensi daerah, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam rapat persiapan dengan sejumlah instansi terkait di Kupang, Minggu, mengatakan Tour de EnTeTe tahun ini tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi gerakan bersama untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan di setiap kabupaten yang disinggahi.

Ket. Foto: patut dikunjungi — Sumber: ist

"Tour de EnTeTe kali ini merangkai olahraga bukan hanya soal identik dengan bersepeda, tetapi kita desain dengan kegiatan jalan dan lari juga. Artinya, kita berjalan dan berlari sambil berbuat baik. Akan ada banyak kegiatan yang menggerakkan ekonomi kerakyatan di setiap kabupaten se-NTT," katanya.

Kegiatan yang menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Provinsi NTT tersebut direncanakan berlangsung selama kurang lebih satu bulan, mulai minggu pertama November hingga awal Desember 2026. Rute perjalanan akan menyusuri tujuh pulau utama di NTT, yakni Timor, Sumba, Flores, Sabu, Rote, Lembata, dan Alor.

Setiap wilayah akan memiliki pembagian etape dengan jarak sekitar 15 kilometer dan direncanakan ditutup dengan kegiatan lari sejauh 10 kilometer pada etape terakhir. Melki menjelaskan, penyelenggaraan Tour de EnTeTe 2026 dikembangkan dengan pendekatan berbeda dibandingkan kegiatan sebelumnya yang lebih identik dengan olahraga bersepeda. Tahun ini, pemerintah memperluas konsep melalui aktivitas jalan kaki dan lari yang dipadukan dengan aksi sosial serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurut dia, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengubah pola penyelenggaraan agenda pemerintah daerah agar tidak selalu terpusat di ibu kota kabupaten, tetapi menjangkau lokasi-lokasi lain yang memiliki potensi ekonomi dan membutuhkan perhatian pembangunan.

"Rangkaian HUT NTT kali ini juga kita ubah perspektifnya. Biasanya kita membuat acara di ibu kota kabupaten, tetapi kali ini kita buat di tempat-tempat lain di setiap kabupaten agar kita juga bisa menggerakkan ekonomi masyarakat setempat," ujarnya.

Ia mengatakan, setiap lokasi persinggahan akan diisi kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung, antara lain penanaman anakan pohon, pelibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal, serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Pemerintah juga merencanakan integrasi setiap etape dengan program bantuan sosial dan penyaluran bantuan kepada masyarakat di sejumlah titik perjalanan. Dengan demikian, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan aktivitas olahraga, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi warga di wilayah yang dilalui.

Selain itu, perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT akan dilibatkan untuk menghadirkan pelayanan publik dan program prioritas sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Kolaborasi lintas sektor tersebut mencakup bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, kelautan dan perikanan, pertanian, peternakan, ketenagakerjaan, infrastruktur, pariwisata, perdagangan, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Melki menegaskan, setiap kegiatan yang diselenggarakan dalam rangkaian Tour de EnTeTe harus memiliki dampak bagi masyarakat, terutama dalam membuka peluang usaha dan meningkatkan aktivitas ekonomi di wilayah persinggahan.

Keterlibatan UMKM lokal menjadi salah satu perhatian pemerintah agar pergerakan peserta dan aktivitas pendukung kegiatan dapat menciptakan permintaan terhadap produk serta jasa masyarakat setempat. Dalam rapat persiapan tersebut, sejumlah perangkat daerah turut membahas konsep kegiatan, kesiapan teknis, pembagian etape, serta pola koordinasi lintas sektor untuk memastikan seluruh rangkaian berjalan sesuai rencana.

  • Tour de Entete

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.