Terobosan Baru di Kupang! Rumah Aman Disiapkan untuk Lindungi Pekerja Migran
Senin, 02 Nov 2026, 06:07 WIBKUPANG - Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, bersama Jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Eklesia Kota Batam membangun Graha GMIT Eklesia Batam sebagai rumah aman dan pusat pemulihan serta pemberdayaan pekerja migran Indonesia yang menghadapi persoalan di perantauan.
Wakil Ketua Sinode GMIT, Pdt. Sanep Blegur dalam keterangannya yang diterima di Kupang, Senin mengatakan pembangunan graha tersebut merupakan bentuk pelayanan gereja untuk memberikan perlindungan, pendampingan, dan pemulihan bagi pekerja migran yang membutuhkan bantuan.
"Kami mengapresiasi inisiatif Ibu Serena Francis bersama Majelis Jemaat GMIT Eklesia Kota Batam. Kita berharap rumah ini menjadi tempat saudara-saudara kita diterima, dipulihkan, dan dikuatkan untuk kembali membangun kehidupan," kata dia.
Pembangunan fasilitas tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama di Batam, Minggu (1/11) kemarin, sebagai upaya memperkuat perlindungan dan pendampingan bagi pekerja migran, khususnya warga Indonesia Timur yang kembali dari negara penempatan seperti Malaysia dan Singapura melalui Batam.
Dia menjelaskan, urgensi pembangunan fasilitas tersebut terlihat dari data Lembaga Jaringan Safe Migran yang mencatat jumlah penanganan kasus meningkat dari 164 kasus pada 2024 menjadi 448 kasus pada 2025 atau bertambah sekitar 173 persen.
Graha GMIT Eklesia Batam direncanakan dibangun dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp5,27 miliar dan luas bangunan mencapai 1.033 meter persegi.
Fasilitas tersebut akan dilengkapi asrama perempuan dan laki-laki dengan kapasitas total 56 orang, ruang konseling, ruang administrasi, serta ruang pembinaan dan pelatihan.
Selain itu, tersedia 12 kamar rumah singgah atau guest house berkapasitas 24 orang, ruang makan, area komunal, dan aula multifungsi yang dapat menampung hingga 200 orang untuk kegiatan ibadah.
Dihubungi dari Kupang, Senin pagi, Serena Francis mengatakan pembangunan graha tersebut diharapkan menjadi ruang perlindungan sekaligus tempat pekerja migran memperoleh pendampingan dan keterampilan sebelum kembali menjalani kehidupan secara mandiri.
"Bersama Majelis Jemaat GMIT Eklesia Kota Batam, kami ingin menghadirkan tempat yang aman bagi saudara-saudara yang menghadapi kesulitan di perantauan. Melalui pendampingan dan pelatihan, kita berharap mereka dapat pulang dengan harapan serta kesiapan untuk hidup mandiri," ujarnya.
Menurut Serena, keberadaan rumah aman tersebut penting untuk memastikan pekerja migran yang mengalami persoalan selama bekerja di luar negeri tidak kehilangan akses terhadap perlindungan, pendampingan sosial, dan kesempatan membangun kembali kehidupan setelah kembali ke Tanah Air.
Pelayanan Graha GMIT Eklesia Batam akan dikembangkan melalui empat pilar utama, yakni rumah aman bagi pekerja migran, pusat pemberdayaan dan pelatihan keterampilan, pusat pembinaan jemaat, serta pusat pengembangan budaya Indonesia Timur.
Pembangunan graha tersebut juga mendapat dukungan Deputi Badan Pengusahaan Batam Fary Francis, anggota DPR RI Saraswati Djojohadikusumo, Pemerintah Kota Batam, serta Pengurus Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Wilayah Kepulauan Riau.
Dukungan berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat pembiayaan pembangunan dan keberlanjutan pelayanan graha sehingga fasilitas tersebut dapat berfungsi sebagai pusat perlindungan dan pemulihan bagi pekerja migran Indonesia, terutama mereka yang membutuhkan penanganan setelah kembali dari luar negeri.
- Pekerja Migran
- terobosan baru
- Rumah Aman
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
13 Korban Peristiwa Ledakan di Pasar Cimanggis Tangsel, 2 Orang Meninggal Dunia
-
Pemkot Bekasi Turun ke SPBU, Antisipasi Masalah Ketersediaan BBM
-
Ijazah Tertahan Tak Lagi Masalah, Pemko Medan Siapkan Bantuan Tebus Ijazah demi Putus Kemiskinan
-
Jalur Berat Menanti Alcaraz
-
Ledakan Alga Saat Kemarau Panjang Turunkan Kualitas Air Danau Mawang dan Ancam Ekosistem Ikan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.