Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor untuk Mencegah Perundungan Anak

Senin, 02 Nov 2026, 22:47 WIB

Jakarta - Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan komitmen bersama untuk melawan perundungan dan mencegah kekerasan terhadap anak.

"Ini harus ada kolaborasi, harus ada sinergi semua stakeholder, baik pemerintah maupun masyarakat, semua tingkatan," kata Doli usai audiensi dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di kantor KemenPPPA, Jakarta, Senin.

Ket. Foto: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi (tengah) usai menerima audiensi Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya (empat kiri), Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung (empat kanan), dan perwakilan pelajar dan mahasiswa di kantor KemenPPPA, Jakarta, Senin (2/11/2026). — Sumber: Antara

Untuk memperkuat perlindungan anak dari ancaman perundungan, pihaknya telah menginisiasi The ADK Movement (Gerakan Anti-Bullying dan Kekerasan).

"Kami dengan teman-teman ini sudah membentuk sebuah gerakan namanya Anti-Bullying dan Kekerasan, ADK Movement," kata Doli.

Keberadaan The ADK Movement bertujuan untuk menggugah kesadaran semua pihak untuk memperkuat perlindungan anak dan mencegah perundungan di lingkungan pendidikan.

Pihaknya pun terus berkoordinasi dengan enam komisi di DPR RI dan kementerian/lembaga untuk turut mengampanyekan The ADK Movement.

"Kami sudah menginventarisir di DPR mungkin ada sekitar enam komisi yang bisa terkait dengan ini ya. Komisi 1, Komisi 2, Komisi 3, kemudian Komisi 8, 9, dan 10. Di level kementerian, ada Menteri PPPA, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, kemudian Menteri Dalam Negeri, Menteri Desa, Menteri Dukbangga, Menteri Komdigi, juga Menteri Agama," kata Doli.

Sementara Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi mengapresiasi kedatangan perwakilan DPR RI yang menunjukkan kepedulian mereka atas permasalahan kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan yang masih marak terjadi.

"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pak Doli dan Bu Atalia (Praratya). Kehadiran beliau berdua di kementerian kami ini menunjukkan adanya perhatian, kepedulian, dan komitmen bersama bagaimana menjaga anak-anak kita," kata Arifah.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.