Longsor Timpa Rumah di Lumajang, Ayah dan Anak Perempuan Tewas Tertimbun
Senin, 02 Nov 2026, 15:47 WIBLUMAJANG â Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, berujung tragedi memilukan. Sebuah rumah di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, tertimbun longsor saat penghuninya masih terlelap pada Sabtu (31/10) dini hari.
Dua orang yang berada di dalam rumah tersebut, yakni seorang ayah berusia 40 tahun dan putrinya yang baru berumur 9 tahun, meninggal dunia setelah tertimbun material tanah.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Sebelumnya, hujan lebat mengguyur kawasan tersebut sejak Jumat (30/10) malam, sekitar pukul 20.00 hingga 23.00 WIB.
Curah hujan tinggi membuat kondisi tanah di lereng yang memang rawan longsor semakin labil. Material tanah kemudian runtuh dan menghantam sebuah rumah warga di RT 22/RW 08. Tak lama berselang, longsor susulan kembali terjadi hingga menimbun rumah beserta penghuninya.
Warga setempat berupaya melakukan evakuasi terhadap kedua korban. Namun, nyawa ayah dan anak tersebut tidak berhasil diselamatkan. Keduanya kemudian dimakamkan oleh pihak keluarga.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, selain menelan dua korban jiwa, kejadian tersebut juga menyebabkan satu rumah warga mengalami kerusakan sedang.
Setelah kejadian, BPBD Jawa Timur bersama Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Lumajang melakukan penanganan di lokasi. Petugas mengamankan kawasan terdampak, melakukan pendataan kerusakan, serta menyalurkan bantuan awal berupa terpal.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memberikan santunan duka sebesar 20 juta rupiah kepada keluarga korban. Bantuan lain berupa paket sembako dan material bangunan, termasuk semen dan bata, turut disalurkan untuk membantu pemulihan warga terdampak.
Namun, proses penanganan di kawasan tersebut menghadapi kendala akses. Jalur menuju lokasi melalui Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, belum dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat akibat genangan banjir di sejumlah titik.
Sebagai alternatif, masyarakat dan tim gabungan yang hendak menuju lokasi diarahkan menggunakan jalur Probolinggo.
BNPB mengingatkan ancaman longsor masih perlu diwaspadai karena hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih berpotensi terjadi. Warga yang tinggal di lereng maupun kawasan rawan longsor diminta segera menjauh apabila melihat tanda-tanda pergerakan tanah, terutama ketika hujan turun dalam waktu lama.
Peristiwa di Pronojiwo ini kembali menjadi pengingat betapa berbahayanya kondisi lereng yang labil ketika diguyur hujan deras, terlebih bagi warga yang tinggal berdekatan dengan kawasan rawan bencana.
- Bencana Longsor
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Terseret Skandal Epstein, Presiden WEF Borge Brende Diselidiki
-
Pengiriman Logistik dan Personel ke Lokasi Bencana Longsor Cisarua
-
Stray Kids Puncaki Tangga Lagu Billboard 200 Lewat Albumnya "This & That"
-
Pemkab Karawang Targetkan Peningkatan Anggaran UMKM hingga Rp13 Miliar
-
Sopir Angkot Bogor Aksi Desak Pemkot Tinjau Ulang Aturan Peremajaan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.