Investasi Jumbo Rp9,7 Triliun Cair, Vietnam Masuk Jawa Tengah, Ribuan Lapangan Kerja Siap Dibuka
Senin, 02 Nov 2026, 18:25 WIBSEMARANG -Â Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa sejumlah investor industri asal Vietnam dan beberapa negara lain berkomitmen menanamkan investasi bernilai total Rp9,7 triliun di Jawa Tengah.
"Tidak mudah mendapatkan Rp9,7 triliun dalam beberapa hari. Investasi ini bisa didapatkan karena ada kepercayaan," katanya di Semarang, Senin (2/11).
Menurut dia, penanaman investasi itu salah satunya berkat adanya kerja sama "sister province" atau provinsi kembar antara Jateng dengan Provinsi Quang Ninh, Vietnam.
Ketertarikan dan komitmen calon investor dari Vietnam tidak lepas dari sejumlah faktor pendukung yang dimiliki oleh Provinsi Jateng, katanya menambahkan. Di antaranya, terkait situasi wilayah yang kondusif, jaminan perizinan yang mudah dan cepat, kesiapan infrastruktur, serta sumber daya manusia yang kompetitif.
"Jadi, kami mengajak seluruh stakeholder untuk ikut mendukung pengembangan Jawa Tengah sebagai salah satu tujuan investasi," katanya.
Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Jateng Urip Sihabudin mengatakan telah mengirimkan tim ke Vietnam untuk mengikuti agenda yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Vietnam.
"Kami menawarkan potensi investasi, perdagangan, dan pariwisata Jawa Tengah, kemudian penandatanganan 'business to business'. Kami juga sudah bertemu langsung dengan calon investor yang akan investasi," katanya.
Dari pertemuan dengan calon investor tersebut kemudian menghasilkan sejumlah memorandum of understanding (MoU) maupun letter of intent (LoI).
Ada perusahaan garmen besar yang rencananya akan berinvestasi di Jateng, dengan nilai investasi sekitar Rp4,6 triliun dan akan "groundbreaking" pada bulan Desember 2026.
Selanjutnya, ada perusahaan sepatu, tas kulit, dan minyak wangi asal Vietnam di Jepara yang akan memperluas industrinya di Jateng, dengan nilai investasi sebesar Rp2,9 triliun.
Kemudian, ada perusahaan asal Tiongkok yang akan merelokasi perusahaan ke Jateng dengan nilai investasi sekitar Rp2,17 triliun.
"Bidang pemerintahan dapat, promosi pariwisata dapat, investor totalnya dapat Rp9,7 triliun. Sudah ada yang tanda tangan kontrak, ada juga yang baru letter of intent," katanya.
Selain itu, Pemprov Jateng juga akan mereplikasi sejumlah konsep yang digunakan di Vietnam untuk menarik lebih banyak investasi ke wilayah tersebut.
Pola yang digunakan Vietnam adalah pengembangan industri, mulai dari pemerintah yang mengawal, penyiapan lahan, infrastruktur awal, perizinan, sampai rantai pasok bahan baku dan kesiapan sumberdaya manusia (SDM).
"Ini yang nanti kita coba replikasikan di Jawa Tengah. Dari 12 daerah yang sudah mengajukan kawasan industri baru, ada 3-4 titik akan kita coba formulasikan seperti di Vietnam. Salah satunya Brebes," katanya.
- investor Vietnam
- pemprov jateng
- ahmad luthfi
- investasi jawa tengah
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Pemkab Bengkulu Tengah Imbau Penerima Bansos tidak Terlibat Judol
-
Konser Musik Internasional Didorong Anggota DPRD Digelar Rutin, Mampu Tumbuhan Industri Kreatif dan Dongkrak UMKM
-
HKI Desak Percepatan PSN dan KEK, Ekonomi RI Butuh Akselerasi
-
Bank Dunia: AI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Asia Timur dan Pasifik
-
PBB Desak Dunia Segera Kejar Target Keanekaragaman Hayati
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.