Demonstrasi di Prancis Berujung Ricuh, 64 Demonstran Dilaporkan Terluka

Senin, 02 Nov 2026, 04:54 WIB

MOSKOW - Sedikitnya 64 orang pengunjuk rasa terluka selama demonstrasi yang menentang kenaikan biaya hidup di Prancis pada Sabtu, lapor surat kabar Le Figaro, mengutip data layanan darurat.

Sebanyak 60 orang di antaranya mengalami luka ringan dan empat lainnya dalam kondisi serius, kata harian tersebut dalam laporannya pada Ahad.

Ket. Foto: Polisi terlibat bentrokan dengan para pengunjuk rasa dalam sebuah demonstrasi di tengah mobilisasi nasional terkait kenaikan biaya hidup, harga bahan bakar, dan pendanaan pendidikan di Paris, Prancis, Sabtu (17/10). — Sumber: Antara foto/Anadolu

Ratusan ribu orang menggelar aksi protes di berbagai wilayah di Prancis selama tiga Sabtu berturut-turut.

Aksi protes di Prancis itu pecah sejak pertengahan September lalu, ketika para siswa sekolah menengah atas (SMA) dan mahasiswa turun ke jalan-jalan di pinggiran kota Paris untuk menuntut perbaikan sistem pendidikan dan kondisi sekolah.

Para siswa yang protes itu kemudian bergabung dengan kelompok masyarakat yang kecewa dengan kenaikan harga di negara tersebut. Akibatnya, aksi-aksi protes itu meluas ke wilayah-wilayah lain di seluruh negeri.

Aksi terbesar sejauh ini berlangsung pada 17 Oktober lalu. Menurut data Kementerian Dalam Negeri Prancis, demonstrasi hari itu dihadiri oleh sekitar 550.000 orang.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.