Bolivia Umumkan Status Darurat El Nino

Senin, 02 Nov 2026, 02:30 WIB

LA PAZ - Presiden Bolivia, Rodrigo Paz, pada Sabtu (31/10) menetapkan status darurat guna mengerahkan sumber daya untuk menangani dampak fenomena cuaca El Nino, yang telah menimbulkan kekacauan di berbagai belahan dunia.

Dalam pidatonya kepada rakyat, Presiden Paz menyatakan bahwa keputusan tersebut juga mencakup pengerahan lebih banyak tim penyelamat ke wilayah-wilayah yang terdampak parah, mengingat Bolivia kini menghadapi bencana banjir sekaligus kekeringan akibat El Nino.

Ket. Foto: Rodrigo Paz — Sumber: AFP/AIZAR RALDES

"Fenomena ini akan membawa dampak yang sangat serius berupa kekeringan dan banjir, sehingga kita memerlukan kerja sama dari seluruh lembaga," ujar Presiden Paz.

Menurut laporan pemerintah pekan lalu, kekeringan telah melanda 78.000 keluarga di enam dari sembilan wilayah administratif di negara tersebut, serta menyebabkan hilangnya lebih dari 75.000 ekor ternak sapi.

El Nino memicu kenaikan suhu permukaan di wilayah tengah dan timur Samudra Pasifik khatulistiwa, yang berdampak pada perubahan pola angin, tekanan udara, dan curah hujan di seluruh dunia.

Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan pekan ini bahwa fenomena El Nino saat ini bisa mencapai kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang berpotensi menimbulkan malapetaka di Amerika Latin, Afrika bagian timur dan selatan, Asia, serta kawasan Pasifik.

Di negara tetangga Bolivia, Peru, terjadi peningkatan suhu dan kebakaran hutan yang telah menelan setidaknya 12 korban jiwa. Sementara itu, Cile mencatat bulan Oktober dengan curah hujan tertinggi sepanjang sejarah di ibu kotanya, Santiago. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.