Wisata Religi Mendunia, Ratusan Turis Asing Serbu Masjid Al-Akbar Surabaya Tiap Bulan
Minggu, 01 Nov 2026, 22:21 WIBSURABAYA â Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS), Jawa Timur, mencatat rata-rata kunjungan 388 wisatawan mancanegara (wisman) per bulan selama Januari hingga September 2026, dengan total mencapai 3.499 orang.
âRata-rata kunjungan wisman ke Masjid Al-Akbar memang di kisaran 300-400 orang per-bulan, karena itu kami memiliki âAl-Akbar Tourism Centerâ/ATC (pusat turis) yang diresmikan Gubernur Jatim Ibu Khofifah Indar Parawansa pada 30 April 2025 untuk melayani mereka,â kata Ketua Badan Pelaksana Pengelola (BPP) MAS Dr KHM Sudjak, di Surabaya, Minggu (1/11).
Menjelang peringatan 26 tahun MAS pada 10 November 2026, Sudjak menjelaskan jumlah kunjungan tersebut berdasarkan catatan Anas Choiri, Kepala Urusan Wisata Religi MAS di ATC. Selain wisman, masjid tersebut juga menerima rata-rata 1.868 wisatawan domestik (wisdom) setiap bulan.
âKalau data wisdom di ATC tercatat 30.560 orang atau rata-rata 1.868 wisdom per-bulan selama 2026. Untuk wisman itu mayoritas dari China dan Taiwan, tapi wisman Eropa, Amerika, dan Australia juga tidak sedikit, khususnya saat musim libur di negara mereka. Kalau wisman dari Asia itu datang tanpa mengenal liburan,â katanya lagi.
Berdasarkan data ATC, kunjungan wisman pada Januari tercatat 373 orang, Februari 401 orang, Maret 189 orang, April 191 orang, Mei dan Juni masing-masing 357 orang, Juli 472 orang, Agustus 505 orang, serta September 654 orang.
Sudjak mengatakan ketertarikan wisatawan asing terhadap MAS dipengaruhi faktor fisik dan nonfisik. Dari sisi arsitektur, wisatawan mengagumi lima kubah besar dan enam kubah kecil yang dibangun tanpa tiang atau pilar.
âSecara fisik, para wisman itu tertarik dengan masjid yang memiliki banyak kubah, tapi justru tidak banyak pilar, sehingga teknologi arsitekturnya cukup baik. Tidak hanya fisik, Masjid Al-Akbar secara non-fisik juga sangat ramah dengan semua, mulai anak-anak, remaja, pemuda, dewasa, lanjut usia, hingga difabel, yang difasilitasi dengan taman,â katanya pula.
Menurut dia, keramahan masjid terhadap pengunjung lintas usia dan kalangan, termasuk non-Muslim, turut memberikan kesan positif tentang Islam di Indonesia yang toleran.
Sejak 2010, MAS mengembangkan konsep perpaduan religi, edukasi, dan budaya melalui berbagai fasilitas. Inovasi tersebut antara lain Taman Edupark, Taman Asmaul Husna, Menara 99 meter, Green Toilet dengan 539 kran wudu, serta Taman Peradaban.
MAS juga mengembangkan Badan Usaha Milik Masjid (BUMM) untuk mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) halal, Al-Akbar Muallaf Center, Al-Akbar Tourism Center, serta Al-Akbar Sport Center. Pengembangan fasilitas terbaru pada 2026 mencakup toilet VIP difabel dan Majelis Sholawat Al-Akbar.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Digitalisasi ekonomi melalui program gemati pasar
-
IHSG Sukses Rebound, Keputusan BI dan Ketegasan Regulator Bikin Saham Bergairah
-
Perjalanan Religi dan Wisata Budaya Warnai Tren Wisatawan Indonesia
-
BEI Ungkap 50 Investor Masuk Short Selling, Sinyal Pasar Memanas
-
Kehilangan Peluang Mengakhiri Set Pertama Saat Unggul 18-13, Amri/Nita Gagal Raih Emas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.