Nasi Kelapa hingga Ikan Bakar Colo-Colo Jadi Andalan Ekonomi Negeri Laha
Minggu, 01 Nov 2026, 06:30 WIBAmbon - Pemerintah Provinsi Maluku mendorong pengembangan sektor perikanan dan kuliner lokal di Negeri Laha, Kota Ambon, melalui kegiatan Sahari Dilahasuang sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal.
Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath di Ambon, Sabtu (31/10), mengatakan pengembangan sumber daya lokal membutuhkan kolaborasi pemerintah, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat agar mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat.
"Memajukan dan menyejahterakan masyarakat bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah. Seluruh elemen, termasuk organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, harus mengambil bagian," kata Vanath saat menghadiri kegiatan Sahari Dilahasuang Negeri Laha, Ambon.
Kegiatan Sahari Dilahasuang mengusung tema "Menghidupkan Tradisi, Mengembangkan Potensi Negeri Berdampak, Mari Kasi Pono dan Kasi Rame" dengan menampilkan berbagai produk unggulan UMKM masyarakat Negeri Laha.
Menurut Vanath, Negeri Laha memiliki kekayaan kuliner dan hasil perikanan yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik ekonomi, terutama melalui produk olahan ikan dan makanan khas daerah.
Potensi tersebut perlu didukung dengan pengelolaan usaha yang baik serta lingkungan yang aman dan nyaman agar semakin banyak masyarakat dari luar daerah berkunjung, menikmati kuliner, sekaligus membeli produk UMKM setempat.
Ia mencontohkan nasi kelapa dan ikan bakar colo-colo sebagai kekayaan kuliner Negeri Laha yang dapat menjadi daya tarik untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dirinya juga mengingatkan pelaku UMKM agar memperkuat pengelolaan administrasi dan pencatatan keuangan usaha, mulai dari modal, pembelian bahan baku, biaya produksi hingga hasil penjualan.
Menurut dia, pencatatan keuangan yang tertib menjadi salah satu persyaratan penting bagi pelaku usaha untuk mengakses pembiayaan perbankan dan mengembangkan skala usaha.
"Kalau berbelanja beras berapa, cabai berapa, semuanya harus dihitung dan dicatat. Begitu juga hasil penjualannya. Ini penting ketika pelaku UMKM ingin mengakses pembiayaan atau mengajukan kredit ke perbankan," ujarnya.
Dalam kegiatan yang diselenggarakan Perempuan Indonesia Maju (PIM) DPD Provinsi Maluku tersebut, enam kelompok masyarakat Negeri Laha juga menerima Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk mendukung legalitas dan pengembangan usaha.
Ia mengatakan pemerintah terus berupaya membantu masyarakat, termasuk dalam pengurusan perizinan usaha, sehingga pelaku UMKM memiliki kesempatan lebih luas memperoleh pembinaan, pendampingan dan akses pembiayaan.
âPenguatan ekonomi, ia menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan kepercayaan antarumat beragama sebagai modal sosial dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,â kata dia.
Menurut dia, lingkungan yang aman dan harmonis akan memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha, menarik pengunjung, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.