Cultural Creative Park: Oase Malioboro & Wadah Kolaborasi Kreatif Seniman Jogja
Minggu, 01 Nov 2026, 18:25 WIBYOGYAKARTA - Oase Malioboro, sebuah taman wisata budaya dan kreativitas yang dikembangkan di Kota Yogyakarta sebagai sarana maupun wadah bagi para seniman Yogyakarta untuk mengekspresikan karya kreatif yang dapat dinikmati pengunjung.
Kreatif Konsultan dan Bisnis Developer Oase Malioboro, Yudha KN di Yogyakarta, Minggu (1/11), mengatakan Oase mengusung konsep pertunjukan budaya khas Yogyakarta dipadu dengan visual imersif dan futuristik dalam naungan taman dan pepohonan artistik.
"Konsepnya kita kolaborasi, kolaborasi dengan para seniman, siapapun yang punya produk industri kreatif atau apapun dengan karya-karya kreatifnya, silakan berkolaborasi dengan Oase, kami terbuka," kata Yudha setelah peluncuran Oase Malioboro.
Menurut dia, Oase Malioboro yang berada di kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta tersebut akan dibuka secara umum pada minggu pertama November 2026, sehingga akan menjadi sebuah wahana baru dengan nuansa khas Yogyakarta yang menyenangkan dan edukatif.
"Oase itu wadah yang menyejukkan, maka kami konsepnya nature (alami) gitu. Jadi setiap orang kalau di Yogyakarta, rasanya panas, tapi di dalam Oase, karena kita dekat dengan lingkungan pariwisata, semoga bisa menyejukkan hatinya mereka semua," katanya.
Menurut dia, wahana yang ada di taman wisata, di antaranya pertunjukan-pertunjukan seni budaya, workshop kriya dan karya, termasuk aktivitas mempelajari budaya, membatik, membuat karya, termasuk budaya unggah-unggah atau sopan santun ciri khas Yogyakarta.
"Kami mengonsepnya dengan cara yang lebih menarik, mudah dan fun. Kami sempat riset di masyarakat kalau mereka mau melakukan kegiatan kesenian itu panggung mereka dimana? Nah di sini kami buka diri untuk warga Yogyakarta untuk kolaborasi," katanya.
Lebih lanjut, Yudha mengatakan di dalam wahana Oase Malioboro terdapat patung "Rupa Jiwa" yang mengambil inspirasi bahwa seniman Yogyakarta ragamnya banyak, baik dari seni rupa, film maupun teater, sehingga dia menyebutnya beraneka rupa para seni.
"Tapi balik lagi, satu jiwanya di mana? Kami mengembalikan kejayaan masa lalu, ketika karya seni Jogja (Yogyakarta) dikenal seninya, itu yang kami kembalikan. Tapi, dengan tidak meninggalkan budaya kelokalannya," katanya.
Dia mengatakan sesuai rencana, ketika sudah terbuka secara umum nanti, Oase Malioboro akan menampilkan setidaknya 10 seniman setiap hari, para seniman tersebut telah dikurasi untuk melakukan kolaborasi menampilkan karya seni rupa, visual dan teater. Ant
- Seniman
- Oase Malioboro
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Tangerang Dilanda Kekeringan, Krisis Air Bersih Meluas hingga 12 Kecamatan
-
Terobosan di Lapas Tanjungpandan: Lahan Terbengkalai Kini Jadi Tempat Budi Daya Cabai
-
Posyandu DIY Kini Tangani Enam Bidang Pelayanan Dasar Masyarakat
-
PLN Corner Hadir di Festival Musik Lapanada 2026, Kenalkan Beragam Layanan PLN.
-
Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan Gantikan Purbaya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.