- Home
-
- Luar Negeri
-
- 30 Tahun Bertahan, Surat K...
30 Tahun Bertahan, Surat Kabar Independen Russia Novaya Gazeta Akhirnya Tutup Akibat Tekanan
Minggu, 01 Nov 2026, 00:00 WIBMOSKOW â Salah satu benteng terakhir jurnalisme independen di Russia, Novaya Gazeta, akhirnya menyerah. Surat kabar yang selama puluhan tahun dikenal kritis terhadap Kremlin itu mengumumkan akan menghentikan seluruh operasionalnya setelah menghadapi tekanan bertubi-tubi dari otoritas setempat.
Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Pemimpin Redaksi Novaya Gazeta, Sergei Sokolov, melalui pernyataan video yang diunggah di YouTube, Jumat (30/10/2026).
âNovaya Gazeta akan berhenti beroperasi,â kata Sokolov.
Ia secara terbuka menyebut dinas rahasia Rusia berada di balik tekanan yang membuat tim redaksi tidak lagi mampu melanjutkan pekerjaan jurnalistiknya.
âPihak berwenang Rusia â dinas rahasia Rusia â telah memaksa tim redaksi untuk mengakhiri pekerjaannya,â ujarnya.
Dari The Guardian, Sokolov bahkan menyebut Novaya Gazeta telah mati. Ia mengatakan, seluruh aktivitas redaksi akan benar-benar dihentikan pada 9 November mendatang.
âNovaya Gazeta telah mati. Pada tanggal 9 November kami akan mematikan lampu di rumah kami, tempat kami tinggal selama 30 tahun. Kami akan mematikan server dan pergi,â tuturnya.
Penutupan ini menjadi pukulan bagi keberadaan media independen di Rusia. Terlebih, Novaya Gazeta selama ini dikenal sebagai salah satu media yang tetap berusaha menjalankan jurnalisme kritis di tengah meningkatnya pembatasan terhadap kebebasan pers.
Tekanan terhadap media tersebut semakin kuat setelah Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada Februari 2022. Pemerintah Rusia menerapkan berbagai pembatasan pemberitaan, sementara sejumlah jurnalis independen memilih meninggalkan negara itu.
Novaya Gazeta sendiri sempat mengurangi aktivitas penerbitannya di Rusia setelah perang dimulai. Pada tahun yang sama, otoritas Rusia mencabut izin media tersebut. Pemerintah juga memasukkan Novaya Gazeta ke dalam kategori agen asing, sebuah label yang kerap digunakan terhadap organisasi dan individu yang dianggap menerima pengaruh asing.
Tekanan terbaru datang melalui serangkaian tindakan hukum terhadap jajaran redaksinya.
Awal Oktober 2026, Sokolov dibawa untuk menjalani pemeriksaan. Aparat Rusia juga menggeledah rumahnya dalam penyelidikan kriminal yang menyeret salah satu koleganya, Oleg Roldugin.
Roldugin sebelumnya ditangkap pada April 2026 dan didakwa melakukan akses ilegal terhadap informasi terkomputerisasi. Namun, otoritas tidak memberikan penjelasan lebih terperinci mengenai dugaan pelanggaran tersebut.
Menurut kantor berita pemerintah Rusia, RIA, Roldugin membantah tuduhan itu. Ia kini menunggu persidangan dalam status tahanan rumah yang diperpanjang hingga 10 November.
Media yang Pernah Mengantarkan Editornya Meraih Nobel
Novaya Gazeta bukan sekadar surat kabar independen biasa. Media ini memiliki sejarah panjang dalam pemberitaan investigatif dan mengungkap berbagai persoalan sensitif di Rusia.
Nama media tersebut juga melekat dengan Dmitry Muratov, mantan pemimpin redaksinya yang bersama jurnalis Filipina Maria Ressa menerima Hadiah Nobel Perdamaian 2021.
Komite Nobel memberikan penghargaan tersebut atas upaya keduanya dalam melindungi kebebasan berekspresi, yang dinilai menjadi prasyarat bagi demokrasi dan perdamaian berkelanjutan.
Muratov mendapat pengakuan internasional berkat kiprahnya memimpin Novaya Gazeta dan memperjuangkan jurnalisme independen di tengah berbagai tekanan.
Kini, lima tahun setelah penghargaan Nobel itu diberikan, media yang pernah dipimpinnya justru harus mengakhiri perjalanan.
Penutupan Novaya Gazeta sekaligus menandai berakhirnya salah satu babak penting sejarah pers independen Rusia yang telah berlangsung selama tiga dekade.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.