Santri Tak Cukup Jago Agama, Menag Ingin Lahir Ilmuwan Kelas Dunia
Sabtu, 31 Okt 2026, 02:03 WIBJakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong pesantren untuk tidak hanya mencetak santri yang menguasai ilmu agama, tetapi juga melahirkan generasi unggul di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, kedokteran, dan berbagai disiplin keilmuan lainnya.
"Kalau dalam masa penjajahan, masa perjuangan fisik, yang lahir adalah para jenderal, tapi dalam suasana damai seperti sekarang ini, yang harusnya lahir banyak adalah para profesor, para kiai-kiai besar," ujar Menag saat menghadiri kegiatan Munajat Santri untuk Negeri di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (30/10).
Menurut Nasaruddin, perubahan zaman menuntut pesantren untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan agar mampu melahirkan generasi yang berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan.
Ia mencontohkan Baitul Hikmah sebagai salah satu pusat perkembangan ilmu pengetahuan dalam sejarah peradaban Islam yang dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan pesantren di Indonesia.
Baitul Hikmah didirikan pada masa Khalifah Harun Ar-Rasyid dan dikembangkan pada masa Khalifah Al-Ma'mun. Lembaga tersebut menjadi tempat berkumpulnya para ilmuwan dari berbagai latar belakang untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.
Menurut Nasaruddin, tradisi keilmuan di Baitul Hikmah menunjukkan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan tidak seharusnya dibatasi oleh satu disiplin maupun latar belakang agama. Semangat tersebut perlu menjadi teladan bagi santri agar memiliki wawasan luas dan terbuka mempelajari berbagai bidang keilmuan.
"Kita ingin juga nanti santri-santri kita itu seperti yang pernah dicetak di Baitul Hikmah," katanya.
Ia menilai pesantren memiliki potensi besar untuk melahirkan generasi unggul karena pendidikan di lembaga tersebut tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu, tetapi juga pembentukan karakter, keimanan, dan akhlak.
Karena itu, Menag mengajak seluruh pengelola pesantren untuk terus memperkuat kualitas pendidikan dan mengembangkan tradisi keilmuan. Santri diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab tantangan masa depan.
Dengan penguatan pendidikan tersebut, pesantren diharapkan dapat melahirkan lebih banyak profesor, ilmuwan, tenaga ahli, dan pemimpin yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara.
- Revitalisasi Pesantren
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.